Mayoritas Penduduk Desa Makhunik Mengalami Dwarfisme,  Hingga Dijuluki Desa Kurcaci

Penduduk di sana terindikasi menderita dwarfisme, kondisi di mana seseorang tidak mengalami pertumbuhan yang normal.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Penduduk di sana terindikasi menderita dwarfisme, kondisi di mana seseorang tidak mengalami pertumbuhan yang normal. 

TRIBUNKALTIM.CO - Di kawasan Timur Tengah menawarkan begitu banyak hal unik sekaligus eksotik.

Satu di antaranya adalah desa yang dijuluki 'desa kurcaci' di Iran.

Desa ini bernama Makhunik.

Desa Makhunik terletak di satu sudut terpencil di Provinsi Khorasan, Iran Selatan, dekat dengan perbatasan Afghanistan.

Mengutip laman intisari.grid.id, usia Desa Makhunik ternyata sudah mencapai 1.500 tahun.

Saat itu, para penduduknya memiliki tinggi badan tak lebih dari 1 meter.

Penduduk di sana terindikasi menderita dwarfisme, kondisi di mana seseorang tidak mengalami pertumbuhan yang normal.

Baca juga: Berada di antara Asia dan Eropa, Bagaimana Budaya dan Bahasa yang Digunakan Masyarakat Turki?

Baca juga: Di Israel, Wanita Wajib Mengabdi Militer Sebelum Mencari Pekerjaan

Dari sekitar ratusan rumah batu dan tanah liat yang membentuk desa kuno, 70 hingga 80 di antaranya memiliki ketinggian yang sangat rendah.

Rumah itu tingginya kurang dari 2 meter, dengan pintu yang sangat pendek.

Hal ini membuat orang harus membungkuk untuk melewatinya.

Beberapa dari rumah-rumah ini memiliki langit-langit berjarak 140 cm dari atas permukaan lantai.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi dwarfisme penduduk Desa Makhunik.

Yakni, perkawinan antara kerabat dekat, pola makan yang buruk, dan air minum yang tercampur merkuri.

Sementara itu, selama berabad-abad, leluhur Makhunik juga hidup dalam isolasi.

Wilayah ini kering, sunyi, dan tandus yang membuat tanaman sulit untuk tumbuh serta binatang sulit diternakkan.

Lobak, gandum, barley dan buah yang disebut jujube hanyalah beberapa di antara sedikit jenis tanaman yang dapat tumbuh di sana.

Penduduk Desa Makhunik hidup dengan mengonsumsi makanan vegetarian.

Seperti kashk-beneh (terbuat dari whey dan sejenis kacang pistachio yang tumbuh di pegunungan) serta pokhteek (campuran whey kering dan lobak).

Tak cuma itu saja, malnutrisi juga berkontribusi secara signifikan terhadap defisiensi tinggi penduduk.

Keadaan yang terisolasi juga memaksa penduduk hanya bisa menikah di antara keluarga dekat.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved