Begini Penjelasan Ilmiah ‘Ketindihan’ Saat Tidur

‘Ketindihan’ adalah kondisi tidur yang disalahpahami dalam budaya kita sebagai gangguan makhluk halus, ditunggangi oleh entitas gaib, bahkan serangan

Editor: Geafry Necolsen
net
Ilustrasi. ‘Ketindihan’ adalah kondisi tidur yang disalahpahami dalam budaya kita sebagai gangguan makhluk halus, ditunggangi oleh entitas gaib 

Apa penyebab ‘ketindihan’?
Sebanyak empat dari 10 orang pernah mengalami sleep paralysis. Gangguan tidur ini umumnya dialami oleh orang-orang di tahun remaja hingga usia dewasa muda.

‘Ketindihan’ bisa jadi faktor genetik, namun terdapat sejumlah faktor lain yang mungkin terkait dengan fenomena ini, seperti:

  • kurang tidur
  • waktu tidur yang berubah
  • stress atau gangguan bipolar
  • tidur telentang
  • gangguan tidur lainnya (narkolepsi atau kram kaki malam hari)
  • konsumsi obat tertentu, seperti obat ADHD
  • penyalahgunaan narkotika
  • Kurang tidur yang ekstrem dan stress menyebabkan siklus tidur yang berantakan. Bisa saja Anda melewati tahapan non-REM (tidur ringan atau tidur ayam) dan langsung memasuki tahapan mimpi (REM) begitu mulai memejamkan mata.

“Saya yakin melihat makhluk gaib saat sedang ‘ketindihan’, kok!”
Sleep paralysis terjadi saat mekanisme otak dan tubuh menjadi tumpang tindih, tidak berjalan selaras saat tidur sehingga menyebabkan kita tersentak bangun di tengah siklus REM.

Saat seseorang terbangun sebelum siklus REM usai, otak belum siap untuk mengirimkan sinyal bangun sehingga tubuh masih dikondisikan dalam keadaan bermimpi, alias setengah tidur setengah sadar.

Maka dari itu, Anda akan merasakan tubuh kaku, sulit bernapas, dan tidak bisa berbicara saat ‘ketindihan’.

Seringnya, fenomena ini diikuti oleh halusinasi.

Banyak yang melaporkan bahwa mereka melihat sosok hantu, setan, dan bayangan hitam selama mengalami ‘ketindihan’.

Halusinasi adalah efek yang umum terjadi saat tubuh dan pikiran dalam keadaan setengah sadar, meskipun tidak selalu terjadi pada setiap kasus.

Lamanya waktu ‘ketindihan’ dari setiap orang bisa berbeda-beda, beberapa detik hingga beberapa menit. Setelah gejala ‘ketindihan’ usai, Anda akan dapat kembali berbicara dan bergerak dengan normal.

Apa yang harus saya lakukan saat sedang ‘ketindihan’?

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved