5 Letusan Gunung Berapi Terdahsyat di Indonesia, Setara Bom Atom

Dalam sejarah, tercatat ada 5 letusan gunung berapi terdahsyat, yang menyebabkan banyak korban jiwa dan mengubah kehidupan di sekitarnya.

Editor: Geafry Necolsen
Pexel
Dalam sejarah, tercatat ada 5 letusan gunung berapi terdahsyat, yang menyebabkan banyak korban jiwa dan mengubah kehidupan di sekitarnya. 

5 Letusan Gunung Berapi Terdahsyat di Indonesia, Setara Bom Atom

TRIBUNKALTIM.CO - Selain terletak di garis khatulistiwa, wilayah Indonesia juga berada di jalur cincin api Pasifik.

Jalur cincin api Pasifik adalah gerakan lempeng tektonik di wilayah Pasifik yang sering memicu gempa besar dan erupsi gunung berapi.

Hal itu menyebabkan Indonesia rawan mengalami bencana alam, salah satunya letusan gunung berapi. Indonesia memiliki 127 gunung api yang masih aktif.

Dalam sejarah, tercatat ada 5 letusan gunung berapi terdahsyat, yang menyebabkan banyak korban jiwa dan mengubah kehidupan di sekitarnya.

1. Gunung Toba Purba

Kurang lebih 75.000 tahun lalu, Gunung Toba Purba di Sumatera Utara meletus.

Gunung ini menumpahkan 2.800 kilometer kubik cairan magma.

Abu vulkaniknya menutupi Laut Cina Selatan hingga Laut Arab dan memengaruhi suhu Bumi.

Letusan Gunung Toba menelan sekitar 10 ribu korban jiwa.

Banyak spesies hewan dan tumbuhan yang ikut punah.

Bahkan, beberapa peneliti menyebutkan peristiwa ini mengubah kehidupan di Bumi.

Salah satu sisa dampak dari dahsyatnya letusan Gunung Toba adalah terbentuknya Danau Toba.

2. Gunung Papandayan

Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat, pernah meletus dahsyat pada tahun 1772.

Suara letusannya sangat menggelegar dan abu vulkaniknya membumbung ke langit.

Peristiwa ini menelan sekitar 2.972 korban jiwa dan merusak 40 kampung di sekitarnya.

3. Gunung Tambora

Asap solfatara keluar dari Doro Afi Toi atau gunung api kecil yang tumbuh di dasar kaldera Gunung Tambora di Dompu, Nusa Tenggara Barat, 25 Agustus 2014. Gunung Tambora meletus dahsyat pada 10 April 1815 menyisakan kaldera seluas 7 kilometer dengan kedalaman 1 kilometer.
Asap solfatara keluar dari Doro Afi Toi atau gunung api kecil yang tumbuh di dasar kaldera Gunung Tambora di Dompu, Nusa Tenggara Barat, 25 Agustus 2014. Gunung Tambora meletus dahsyat pada 10 April 1815 menyisakan kaldera seluas 7 kilometer dengan kedalaman 1 kilometer. (KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT)

Letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara, adalah salah satu letusan terdahsyat di dunia.

Letusan yang terjadi pada tahun 1815 ini menelan sekitar 92.000 korban jiwa.

Hewan dan tumbuhan pun ikut punah.

Peristiwa ini juga menyebabkan langit berwarna oranye merah dan mengalirkan sulfur oksida yang menghalangi sinar matahari.

Ini menimbulkan penurunan temperatur Bumi.

Bahkan, akibat letusan Gunung Tambora ini, terjadi peristiwa tahun tanpa musim panas di Eropa dan Amerika Utara pada tahun 1816.

4. Gunung Galunggung

Aliran air mirip air terjung turun dari kawah Guntur di puncak Gunung Galunggung ke kawah baru di bawahnya sempat menghebohkan warga Tasikmalaya, Kamis (28/3/2019)
Aliran air mirip air terjung turun dari kawah Guntur di puncak Gunung Galunggung ke kawah baru di bawahnya sempat menghebohkan warga Tasikmalaya, Kamis (28/3/2019) (Kompas/Irwan Nugraha)

Letusan Gunung Galunggung di Jawa Barat pada tahun 1822 tergolong dahsyat.

Sebelum meletus, terdengar suara gemuruh dari dalam perut gunung dan warna mata air di sekitarnya terlihat keruh.

Letusan Gunung Galunggung memuntahkan lahar panas dan mengakibatkan sekitar 4.011 orang meninggal dan merusak sekitar 114 desa.

5. Gunung Krakatau

Anak Gunung Krakatau
Anak Gunung Krakatau (Instagram/bnpb_indonesia)

Gunung Krakatau di Banten meletus pada 27 Agustus 1883.

Peristiwa ini dikenal sebagai letusan gunung berapi paling mematikan.

Letusan Krakatau diperkirakan 10 ribu lebih besar daripada bom atom yang menghancurkan Kota Hiroshima, Jepang, pada tahun 1945.

Dampaknya pun dirasakan di berbagai tempat di dunia.

Bahkan, letusannya terdengar hingga ke Perth, Australia. Kurang lebih 36.417 orang menjadi korban.

Abu letusan Gunung Krakatau menutupi langit, sehingga memengaruhi iklim dan mengubah suhu udara dunia.

Letusan ini juga menimbulkan tsunami setinggi 36 meter dan mengakibatkan 165 desa hancur.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved