5 Letusan Gunung Berapi Terdahsyat di Indonesia, Setara Bom Atom

Dalam sejarah, tercatat ada 5 letusan gunung berapi terdahsyat, yang menyebabkan banyak korban jiwa dan mengubah kehidupan di sekitarnya.

Editor: Geafry Necolsen
Pexel
Dalam sejarah, tercatat ada 5 letusan gunung berapi terdahsyat, yang menyebabkan banyak korban jiwa dan mengubah kehidupan di sekitarnya. 

Peristiwa ini juga menyebabkan langit berwarna oranye merah dan mengalirkan sulfur oksida yang menghalangi sinar matahari.

Ini menimbulkan penurunan temperatur Bumi.

Bahkan, akibat letusan Gunung Tambora ini, terjadi peristiwa tahun tanpa musim panas di Eropa dan Amerika Utara pada tahun 1816.

4. Gunung Galunggung

Aliran air mirip air terjung turun dari kawah Guntur di puncak Gunung Galunggung ke kawah baru di bawahnya sempat menghebohkan warga Tasikmalaya, Kamis (28/3/2019)
Aliran air mirip air terjung turun dari kawah Guntur di puncak Gunung Galunggung ke kawah baru di bawahnya sempat menghebohkan warga Tasikmalaya, Kamis (28/3/2019) (Kompas/Irwan Nugraha)

Letusan Gunung Galunggung di Jawa Barat pada tahun 1822 tergolong dahsyat.

Sebelum meletus, terdengar suara gemuruh dari dalam perut gunung dan warna mata air di sekitarnya terlihat keruh.

Letusan Gunung Galunggung memuntahkan lahar panas dan mengakibatkan sekitar 4.011 orang meninggal dan merusak sekitar 114 desa.

5. Gunung Krakatau

Anak Gunung Krakatau
Anak Gunung Krakatau (Instagram/bnpb_indonesia)

Gunung Krakatau di Banten meletus pada 27 Agustus 1883.

Peristiwa ini dikenal sebagai letusan gunung berapi paling mematikan.

Letusan Krakatau diperkirakan 10 ribu lebih besar daripada bom atom yang menghancurkan Kota Hiroshima, Jepang, pada tahun 1945.

Dampaknya pun dirasakan di berbagai tempat di dunia.

Bahkan, letusannya terdengar hingga ke Perth, Australia. Kurang lebih 36.417 orang menjadi korban.

Abu letusan Gunung Krakatau menutupi langit, sehingga memengaruhi iklim dan mengubah suhu udara dunia.

Letusan ini juga menimbulkan tsunami setinggi 36 meter dan mengakibatkan 165 desa hancur.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved