Toilet Bekas Adolf Hitler Dilelang, Terjual Ratusan Juta Rupiah

Bukan sembarang toilet duduk. Toilet duduk ini milik Adolf Hitler. Bukan sembarang toilet duduk. Toilet duduk ini milik Adolf Hitler.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Bukan sembarang toilet duduk. Toilet duduk ini milik Adolf Hitler. 

Toilet Bekas Adolf Hitler Dilelang, Terjual Ratusan Juta Rupiah

TRIBUNTRAVEL.COM - Apakah kamu pernah mengikuti lelang?

Kebanyakan barang yang diikutkan dalam lelang adalah barang-barang antik, seperti perangko, mobil, pistol dan sebagainya.

Lalu apa jadinya jika barang lelang adalah toilet duduk.

Bukan sembarang toilet duduk.

Toilet duduk ini milik Adolf Hitler.

Toilet duduk tersebut, dikatakan telah dijarah oleh seorang tentara AS dari kamar mandi pribadi pemimpin Nazi di retret Berghof di Pegunungan Alpen Bavaria selama konflik tersebut.

Terdaftar untuk dilelang oleh Alexander Historical Auctions , barang unik tersebut diperkirakan terjual sekitar USD 15.000 setara Rp 210 juta, dengan tawaran awal sebesar USD 5.000 setara Rp 70,3 juta.

Para pelelang mendeskripsikan dudukan toilet Adolf Hitler sebagai 'satu barang paling menarik yang dapat ditambahkan ke koleksi peninggalan Perang Dunia II.'

Dudukan toilet pribadi Adolf Hitler telah dikirim untuk dilelang
Dudukan toilet pribadi Adolf Hitler telah dikirim untuk dilelang (Raymonds / Alexander Historical Auctions)
 

Barang tersebut adalah dudukan toilet kayu dua bagian dengan tutup dilepas dari kamar mandi Adolf Hitler di tempat peristirahatannya.

Ukurannya 19 inci, lebar 16 inci, dengan dua fitting baja chrome yang menghubungkan kedua bagian tersebut, TribunTravel melansir dari laman mirror.

Menurut daftar item, dudukan toilet tetap tidak tersentuh di ruang bawah tanah rumah keluarga.

Dikatakan bahwa reruntuhan Berghof dimasuki oleh anggota parlemen Amerika Ragnvald C. Borch, satu orang Amerika pertama di tempat kejadian dan fasih berbahasa Jerman dan Prancis, ketika ia dikirim untuk bekerja sama dengan Blindee Divisi 2ieme Prancis.

Ketika dia tiba di tempat kejadian, tentara itu diberitahu 'dapatkan apa yang kamu inginkan' dan dia berjalan ke kamar tidur Hitler, mengambil rompi lapis baja Perang Dunia I yang dipajang serta dua lukisan minyak.

Dia dikatakan telah melihat dudukan toilet sebelum melepasnya, dan ditanya oleh anggota parlemen lain yang memegang lampu gantung: 'Apa yang kamu lakukan dengan dudukan toilet itu?'

Anggota parlemen muda itu menjawab: "Menurutmu di mana Hitler meletakkan pantatnya?"

Item yang juga akan dilelang termasuk foto, catatan layanan Borch, dan artikel berita New Jersey tahun 2001.

Pencicip Makanan Adolf Hitler Ini Akhirnya Ungkap Kebenaran Tentang Diet Sang Diktator dan Nazi

Pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana rasanya bekerja sebagai pencicip makanan pemimpin dunia?

Meski makanan yang disajikan lezat, namun kemungkin terkena racun selalu membayangi setiap lagi.

Apalagi jika pemimpin dunia yang dimaksud adalah Adolf Hitler.

Sudah pasti, resiko terkena racun sangat besar terjadi.

Hal inilah yang dialami pencicip makanan Adolf Hitler, Margit Woelk.

Dilansir TribunTravel dari laman en.goodtime.my, wanita yang pernah mempertaruhkan nyawanya sebagai pencicip makanan sang diktator ini akhirnya mengungkapkan rahasia diet dan makanan partai Nazi, dalam sebuah film dokumenter baru Jerman.

Woelk yang kini berusia 99 tahun ini, pertama kali dipaksa bekerja untuk pemimpin Nazi.

Dia mulai bekerja pada usia 25 tahun.

Tugasnya yang harus diembannya adalah mencicipi makanan Hitler.

Di mana dia harus menguji apakah makanan itu aman untuk dimakan sang diktator.

Woelk adalah satu dari 15 perempuan muda yang direkrut oleh SS atau Schutzstaffel (yang berarti 'Perlindungan Skuadron') sebagai pencicip makanan.

Awalnya wanita ini enggan untuk mengungkap perihal kebiasaan Hitler.

Sampai kemudian dia mengatakan, jika pemimpin Nazi itu sebenarnya seorang vegetarian.

Hitler hanya makan nasi, pasta, kacang-kacangan, dan kembang kol.

Bukan perkara mudah bekerja sebagai pencicip makanan.

Woelk dan para wanita pencicip lainnya hanya bisa menangis setiap memasuki sesi mencoba makanan.

Sebab setelah mencoba makanan itu, mereka harus menunggu selama 1 jam untuk melihat apakah makanan itu beracun atau tidak.

“Kami harus makan semuanya. Kemudian harus menunggu satu jam, dan saat itulah ketakutan mulai dirasakan. Kami hanya dapat menangis setelah tahu makanan itu tak diracuni,” kata Woelk.

Woelk dipaksa untuk mengambil pekerjaan itu setelah melarikan diri dari Berlin.

Dia dihukum menjadi pencicip makanan sementara suaminya ditempatkan menjadi tentara.

"Selama menjadi pencicip makanan, saya merasa seperti kelinci percobaan," ujarnya.

Meskipun pekerjaannya sangat berbahaya, makanan yang Woelk rasakan sangatlah lezat.

Dia bisa mencoba berbagai makanan mewah yang mungkin tak pernah dirasakan sebelumnya.

Meski dia sadar, resiko makanan itu beracun sangat mungkin terjadi, namun semuanya dia hilangkan dari ingatan.

Dia hanya menekankan pada dirinya, jika makanan yang dirasakan itu lezat dan mewah.

Woelk pernah bertemu dengan Hitler secara pribadi, namun hanya berkaitan dengan makanan.

Meski semua pencicip makanan wanita dijaga dengan ketat, namun tak menghentikan satu petugas SS melecehkannya.

Untungnya, perwira SS menyelamatkannya dan menyuruhnya melarikan diri dari markas militer Partai Nazi.

Saat itu militer Nazi melemah setelah kedatangan Tentara Merah.

Woelk berhasil melarikan diri ke Berlin dengan naik kereta yang sama yang diambil oleh Josef Goebbels, menteri propaganda Jerman.

Namun, ketika Tentara Merah pindah ke Berlin, mereka menemukan persembunyian Woelk dan melecehkannya.

Wanita ini mengatakan, jika dirinya ditahan selama 14 hari dan dilecehkan berkali-kali.

Meski penderitaan harus dia hadapi, namun untungnya, Woelk adalah satu-satunya yang selamat dari perang.

14 pencicip makanan lainnya telah ditembak mati oleh Tentara Merah.

Pada 1946, Woelk akhirnya bertemu kembali dengan suaminya setelah ditahan selama 2 tahun.

Sejak reuni mereka, Woelk hidup dengan suaminya selama 45 tahun sampai dia meninggal.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved