Jangan Sumbang Susu untuk Korban Bencana di Pengungsian, Mengapa?

Ahli gizi mengingatkan agar instansi pemerintahan dan sukarelawan tidak memberikan sumbangan atau donasi produk susu bagi korban bencana alam di peng

Editor: Geafry Necolsen
Tribun Kaltim/GEAFRY NECOLSEN
Ahli gizi mengingatkan agar instansi pemerintahan dan sukarelawan tidak memberikan sumbangan atau donasi produk susu bagi korban bencana alam di pengungsian. 

TRIBUNKALTIM.CO - Ahli gizi mengingatkan agar instansi pemerintahan dan sukarelawan tidak memberikan sumbangan atau donasi produk susu bagi korban bencana alam di pengungsian.

Seperti diketahui, sejak awal tahun 2021 sudah banyak terjadi bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia yang telah merusak rumah dan bangunan, serta menimbulkan korban luka-luka hingga meninggal dunia.

Berkaitan dengan banyaknya tragedi bencana alam di Indonesia, dokter, filsuf dan ahli gizi komunitas, Dr dr Tan Shot Yen M Hum menyampaikan justru berfokus terhadap sumbangan konsumsi pangan bagi korban bencana alam tersebut.

Menurut Tan, idealnya dalam 6 jam setelah kejadian bencana, dapur umum dan dapur Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) harus berdiri.

Baca juga: Mengapa Donasi Susu Formula Saat Pandemi Covid-19 Bisa Berbahaya?

Dengan begitu, konsumsi pangan yang aman juga harus tersedia, agar orang atau para korban bencana akan bersedia untuk dievakuasi dan mengungsi di tempat yang disediakan.

Konsumsi yang harus tersedia bukanlah yang ada dan bisa disediakan, tetapi haruslah aman untuk dikonsumsi para korban tersebut,  terutama bagi ibu menyusui, bayi dan anak-anak.

Supaya saat di lokasi pengungsian sekalipun, kelompok rentan seperti ibu, anak-anak dan bayi tidak mudah jatuh sakit.

Ia juga menegaskan, meskipun tengah disituasi bencana, Tan mengingatkan agar ibu menyusui tetap memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif kepada bayinya. 

Alasan jangan donasi produk susu

Berfokus kepada pemenuhan gizi ibu menyusui dan bayi, Dr Tan mengingatkan agar tidak menyumbang susu, apalagi susu formula kepada korban bencana.

Ia menyebutkan ada beberapa alasan untuk tidak menyumbang produk susu olahan kepada korban bencana alam, anak-anak dan bayi.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved