Lebih Ganas dari Covid-19, Polusi Udara  Tewaskan 8 Juta Orang

Lebih dari delapan juta orang meninggal akibat polusi bahan bakar fosil, hampir dua kali lebih banyak dari perkiraan.

Editor: Geafry Necolsen
AlxeyPnferov/Getty Images/iStockphoto
Ilustras. Polusi udara. Lebih dari delapan juta orang meninggal akibat polusi bahan bakar fosil, hampir dua kali lebih banyak dari perkiraan. 

Hasil analisis gabungan pun dapat memberikan ukuran tentang seberapa banyak konsentrasi bahan bakar fosil PM2.5 di seluruh dunia.

Menurut peneliti, wilayah yang mengalami konsentrasi tertinggi polusi udara terkait bahan bakar fosil termasuk di antaranya Amerika Utara bagian Timur, Eropa, dan Asia Tenggara.

Tapi tidak semuanya berita buruk. Para peneliti memperkirakan bahwa keputusan China untuk mengurangi emisi bahan bakar fosil hampir 50 persen kemungkinan telah menyelamatkan 2,4 juta nyawa di seluruh dunia pada tahun 2018 saja.

Baca juga: Selain Sebabkan Kematian, Waspadai 4 Dampak Buruk Polusi Udara

Selain itu, tim juga menggunakan model penilaian risiko baru untuk memperkirakan bagaimana partikulat ini memengaruhi kesehatan manusia.

Mereka menemukan paparan jangka panjang akan menimbulkan tingkat kematian yang tinggi, meski pada konsentrasi emisi yang lebih rendah.

"Kami berharap dengan mengukur konsekuensi kesehatan dari pembakaran bahan bakar fosil, kami dapat mengirimkan pesan yang jelas kepada pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan tentang manfaat transisi ke sumber energi alternatif,” papar Profesor Joel Schwartz, dari Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Hasil studi terkait dampak polusi udara akibat emisi bahan bakar fosil ini telah dipublikasikan di Environmental Research.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved