Jangan Sumbang Susu untuk Korban Bencana di Pengungsian, Ini Alasannya

Ahli gizi mengingatkan agar instansi pemerintahan dan sukarelawan tidak memberikan sumbangan atau donasi produk susu bagi korban bencana 

Editor: Geafry Necolsen
Antara Foto
Ahli gizi mengingatkan agar instansi pemerintahan dan sukarelawan tidak memberikan sumbangan atau donasi produk susu bagi korban bencana  

1. Risiko kontaminasi, diare dan kematian

Dijelaskan Tan, bayi-bayi yang masih disusui ibunya harus tetap mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif.

"ASI tetap yang terbaik, karena justru saat (bayi) berisiko sakit (di tengah pengungsian), ASI mempunyai antibodi (meningkatkan imunitas bayi)," kata Tan kepada Kompas.com, Senin (8/2/2021).

Selain itu, bayi yang disusui ASI eksklusif akan lebih tenang dan tidak stres dengan situasi bencana.

2. Bayi tidak lagi mau pada ibunya

Tan berkata, semua pihak haruslah bekerja sama agar tidak lagi menyumbang produk susu formula kepada korban bencana di pengungsian.

"Justru bila ibu tidak menyusui lagi, bayi pindak ke formula, maka risiko diare bertambah," ujarnya.

Hal itu dikarenakan, susu formula perlu dicampur dengan air yang di mana di lokasi pengungsian tersebut, air yang ada belum tentu steril dari kuman atau bakteri pemicu penyakit.

Tidak hanya kontaminasi dari air yang ada, botol dan dot yang akan dipakaikan kepada bayi juga belum tentu steril.

3. Risiko anak tidak doyan makan dan mencret

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved