Donasi Susu Formula Saat Pandemi Covid-19 Bisa Berbahaya

Donasi formula pada masa darurat hampir selalu menyebabkan bahaya karena menurunkan angka menyusui dan meningkatkan kasus infeksi.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Donasi formula pada masa darurat hampir selalu menyebabkan bahaya karena menurunkan angka menyusui dan meningkatkan kasus infeksi. 

Penelitian dari New York menunjukkan tidak ada satu bayi dari 116 bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi Covid-19 menjadi terinfeksi. Dalam penelitian lain, 666 bayi yang lahir dari ibu yang terkena Covid-19, hanya 28 bayi yang terinfeksi.

Bayi yang disusui tidak lebih berisiko terinfeksi Covid-19 dibanding bayi yang diberi susu formula, dan telah terbukti pemisahan ibu dan bayi setelah melahirkan tidak mencegah penularan. Antibodi Covid-19 telah ditemukan dalam ASI yang membantu bayi melawan infeksi Covid-19.

Jika bayi terinfeksi, mereka jarang menjadi parah dan tidak memiliki gejala. Bahkan bayi prematur kemungkinan tidak mengalami infeksi yang parah jika tertular Covid-19.

Meski demikian, ibu mengalami banyak tantangan untuk menyusui bayinya.

Beberapa kebijakan organisasi kesehatan beberapa negara menyatakan untuk memisahkan ibu dan bayi pasca melahirkan dan tidak diperbolehkan menyusui di masa pandemi. Meski kemudian beberapa merevisi kebijakan tersebut.

Tantangan lainnya adalah pengurangan layanan non-esensial seperti penghapusan atau pengurangan kelas edukasi menyusui, layanan konsultasi menyusui, pemeriksaan kehamilan lebih sedikit di beberapa layanan kesehatan.

Tantangan ini tidak hanya terjadi negara berkembang seperti di Indonesia.

Sebuah penelitian di Australia menunjukkan banyak ibu merasa stres dan tidak nyaman dengan kondisi pandemi ini. Ketika mereka mengalami kesulitan dalam menyusui, mereka ragu untuk datang ke klinik atau rumah sakit karena takut tertular Covid-19 jika mengunjungi RS atau sarana layanan kesehatan lainnya.

Salah satu hikmah dari pandemik ini adalah semakin banyak ibu yang menyadari pentingnya menyusui sebagai pelindung bayi mereka dari infeksi. Mereka juga sadar bahwa ASI merupakan sumber makanan yang aman dan selalu tersedia, sehingga mereka tidak perlu khawatir akan kemampuan mereka membeli susu formula.

Australian Breastfeeding Association (ABA), misalnya, menunjukkan banyak ibu yang menghubungi layanan konseling mereka untuk bantuan menyusui. Para konselor dari ABA meyakinkan bahwa hal wajar jika bayi menyusu lebih sering pada waktu yang kurang nyaman dan bahwa stres ibu tidak mempengaruhi produksi ASI.

Mari dukung ibu menyusui untuk melindungi kesehatan bayi

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved