Rumput Fatimah Kerap Dikonsumsi Ibu Hamil, Tapi Berbahaya bagi Ibu dan Janin

Rumput fatimah adalah tanaman herbal yang banyak dikonsumsi masyarakat, khususnya wanita hamil, sebagai minuman yang kabarnya berkhasiat memperlancar

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Rumput fatimah adalah tanaman herbal yang banyak dikonsumsi masyarakat, khususnya wanita hamil, sebagai minuman yang kabarnya berkhasiat memperlancar persalinan. 

Rumput Fatimah Kerap Dikonsumsi Ibu Hamil, Tapi Berbahaya bagi Ibu dan Janin

TRIBUNKALTIM.CO - Rumput fatimah menjadi tanaman yang sedang viral di sosial media, karena diduga menyebabkan janin meninggal di dalam perut ibunya.

Rumput fatimah adalah tanaman herbal yang banyak dikonsumsi masyarakat, khususnya wanita hamil, sebagai minuman yang kabarnya berkhasiat memperlancar persalinan.

Namun, tidak demikian menurut akun Tiktok @infobumildansikecil yang banyak memberikan edukasi mengenai kesehatan ibu hamil dan anak-anak.

"Janin meninggal akibat rumput fatimah," dikutip Kompas.com dari akun Tiktok @infobumildansikecil.

Akun tersebut juga menuliskan, bahwa janin itu dinyatakan meninggal karena sudah tidak ada lagi detak jantungnya.

"Detak jantung janin negatif dan ibu mengalami syok akibat pendarahan," tulis mereka.

"Pasien harus langsung dioperasi karena rumput fatimah, dirawat di ICU selama 7 hari menghabiskan 20 kantong darah," tambahnya.

Ibu hamil tersebut harus dioperasi dan mengalami pendarahan karena rahimnya pecah.

Sebenarnya apa manfaat konsumsi rumput fatimah? Benarkah dapat mempermudah proses persalinan pada ibu hamil atau justru berbahaya, seperti yang viral disebut di akun sosial media Tiktok itu? 

Menjawab persoalan itu, Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), DR (Cand) Dr Inggrid Tania MSi mengatakan, memang benar bahwa sejak zaman dahulu rumput fatimah dipergunakan untuk memperlancar persalinan.

Menurut dia, memang itu sudah kebiasaan dari masyarakat Melayu, seperti masyarakat di sekitar wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Malaysia.

"Tapi memang kita belum tahu sebenarnya itu aman atau tidak," kata Inggrid kepada Kompas.com, Rabu (31/3/2021).

Tanaman rumput fatimah sendiri, hingga saat ini belum ada kajian atau penelitian yang sah. Penelitian mengenai tanaman ini baru sebatas pada hewan.

Sehingga, para ahli belum mengetahui dosis dan cara kelola yang aman terkait tanaman keluarga Primulaceace dan marga Labisia ini.

"Juga kita belum tahu dosis amannya seperti apa, karena belum diteliti. Cara mengolahnya yang aman bagaimana, supaya tidak terlarut zat-zat toksiknya (racun)," ujarnya.

Bahaya rumput fatimah bagi ibu hamil

Lebih lanjut Inggrid mengungkap beberapa bahaya rumput fatimah bagi ibu hamil, di antaranya sebagai berikut:

1. Pecah rahim dan kontraksi

Diakui Inggrid, banyak kejadian ketika mengonsumsi rumput fatimah, justru terjadi ruptur uteri atau yang biasa disebut dengan rahim robek (pecah atau robekan dinding rahim).

Hal ini bisa terjadi, karena kontraksi yang yang dialami oleh ibu hamil tersebut.

"Karena rumput fatimah kerjanya meningkatkan kontraksi rahim, kerjanya seperti hormon oksitoksin yang bisa meningkatkan kontraksi rahim dan menimbulkan rasa mulas-mulas, sehingga mengerang ingin mengedan supaya bayinya bisa lahir," jelas Inggrid.

2. Pendarahan

Jika rumput fatimah direndam terlalu lama, tingkat oksitosin dalam air rendaman yang diambil akan meningkat.

Hal ini akan sangat berbahaya bagi ibu dan janin. Selain dapat mengancam keselamatan janin, juga dapat menyebabkan pendarahan hebat pada ibu hamil, seperti yang terjadi pada kasus viral di Tiktok.

Bahkan kondisi terburuk, juga bisa menyebabkan kematian bagi ibu tersebut.

3. Rahim kurang darah

Rumput fatimah yang dapat merangsang kontraksi rahim secara terus menerus juga dapat memicu atonia uterus.

Dalam kondisi ini, sangat mungkin bagi otot uterus untuk gagal mempertahankan kontraksi setelah melahirkan. Akibatnya, pembuluh darah di daerah plasenta tidak bisa ditekan.

Bahaya rumput fatimah untuk janin

Ketika seseorang mengonsumsi rumput fatimah, oksitosin dalam tubuhnya akan meningkat.

Fungsi oksitosin adalah membantu proses kontraksi uterus. Jika oksitosin meningkat, maka kontraksi rahim juga akan meningkat.

Nah, hal ini ternyata akan dapat menyebabkan janin menjadi stres, atau janin mati di dalam rahim. Begitu juga dengan ibunya.

Ahli tidak anjurkan konsumsi rumput fatimah

"Jadi, saran saya sih untuk ibu hamil tidak dianjurkan untuk mengonsumsi rumput fatimah ini," imbuhnya.

Seperti diketahui, kondisi setiap ibu hamil pasti berbeda-beda.

Inggrid berkata, mungkin ada ibu hamil yang rutin meminum rumput fatimah saat akan melahirkan dan tidak berpengaruh apapun terhadap kondisi dirinya dan rahimnya. 

Namun faktanya, banyak ibu hamil yang justru mengalami ruptur uteri atau rahim pecah.

"Nah, ini kondisi rahim setiap ibu hamil itu memang berbeda-beda, jadi saya saranin memang tidak mengonsumsi rumput fatimah," tegasnya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved