Rumput Fatimah Kerap Dikonsumsi Ibu Hamil, Tapi Berbahaya bagi Ibu dan Janin

Rumput fatimah adalah tanaman herbal yang banyak dikonsumsi masyarakat, khususnya wanita hamil, sebagai minuman yang kabarnya berkhasiat memperlancar

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Rumput fatimah adalah tanaman herbal yang banyak dikonsumsi masyarakat, khususnya wanita hamil, sebagai minuman yang kabarnya berkhasiat memperlancar persalinan. 

Menurut dia, memang itu sudah kebiasaan dari masyarakat Melayu, seperti masyarakat di sekitar wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Malaysia.

"Tapi memang kita belum tahu sebenarnya itu aman atau tidak," kata Inggrid kepada Kompas.com, Rabu (31/3/2021).

Tanaman rumput fatimah sendiri, hingga saat ini belum ada kajian atau penelitian yang sah. Penelitian mengenai tanaman ini baru sebatas pada hewan.

Sehingga, para ahli belum mengetahui dosis dan cara kelola yang aman terkait tanaman keluarga Primulaceace dan marga Labisia ini.

"Juga kita belum tahu dosis amannya seperti apa, karena belum diteliti. Cara mengolahnya yang aman bagaimana, supaya tidak terlarut zat-zat toksiknya (racun)," ujarnya.

Bahaya rumput fatimah bagi ibu hamil

Lebih lanjut Inggrid mengungkap beberapa bahaya rumput fatimah bagi ibu hamil, di antaranya sebagai berikut:

1. Pecah rahim dan kontraksi

Diakui Inggrid, banyak kejadian ketika mengonsumsi rumput fatimah, justru terjadi ruptur uteri atau yang biasa disebut dengan rahim robek (pecah atau robekan dinding rahim).

Hal ini bisa terjadi, karena kontraksi yang yang dialami oleh ibu hamil tersebut.

"Karena rumput fatimah kerjanya meningkatkan kontraksi rahim, kerjanya seperti hormon oksitoksin yang bisa meningkatkan kontraksi rahim dan menimbulkan rasa mulas-mulas, sehingga mengerang ingin mengedan supaya bayinya bisa lahir," jelas Inggrid.

2. Pendarahan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved