Peneliti Mendeteksi Virus Corona Pada Kucing

Ini karena virus penyebab COVID-19 termasuk dalam famili virus corona penyebab penyakit pada seluruh mamalia.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Ini karena virus penyebab COVID-19 termasuk dalam famili virus corona penyebab penyakit pada seluruh mamalia. 

Kami memulai tugas ini dengan cara menyaring sampel pernapasan rutin yang diambil dari kucing di seluruh Inggris.

Kami juga mengajukan permohonan untuk meminta sampel dari kasus-kasus yang dicurigai kepada ahli bedah hewan.

Setelah menyaring ratusan sampel, upaya kolaboratif ini akhirnya berhasil mendeteksi kucing dengan SARS-CoV-2 di bagian selatan Inggris, yang diambil sampelnya pada pertengahan Mei.

Sampel inilah yang kemudian dikirimkan ke rekan kami para dokter hewan di Animal and Plant Health Agency, dan mereka mengungkapkan bahwa kucing ini telah mengembangkan respons antibodi terhadap virus corona.

Hal ini menunjukkan bahwa kucing tersebut memang pernah mengalami infeksi, dan telah dipastikan bahwa kasus ini tidak terjadi akibat kontaminasi sampel yang sederhana.

Keadaannya menunjukkan bahwa kucing itu tertular virus corona dari pemiliknya, yang sebelumnya dinyatakan positif COVID-19.

Sejak itu, Kepala Petugas Hewan di Inggris telah memberi tahu Organisasi Kesehatan Hewan Dunia dan pers untuk tetap waspada.

Dan saat ini, kami sedang menyiapkan laporan tentang temuan kami untuk dipublikasikan.

Jadi, apa yang dapat kita petik dari kasus ini? Penelitian yang kami lakukan yang berfokus pada kucing yang mengalami gejala pernapasan, berlangsung tepat dengan saat wabah COVID-19 Inggris merebak.

Kami menemukan satu kucing yang terinfeksi COVID-19 dari ratusan kucing yang kami tes. Melalui ini, dapat disimpulkan bahwa infeksi COVID-19 pada kucing relatif jarang terjadi. Ini diperkuat oleh fakta bahwa kucing peliharaan tidak terinfeksi, walaupun pemiliknya atau kucing yang tinggal bersama pernah terinfeksi.

Kucing mengartikan belaian di kepala sebagai bentuk perhatian.
Thinkstock
Kucing mengartikan belaian di kepala sebagai bentuk perhatian.
Tidak perlu mengkhawatirkan hewan peliharaan karena mereka tidak mungkin menularkan coronavirus.Alena Ozerova/Shutterstock
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved