Para Ahli Khawatir, Jaringan 5G  Memicu Kecelakaan Penerbangan

Dokumen yang dirilis oleh RTCA telah memperingatkan bahwa 5G bisa menjadi risiko besar bagi pesawat.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Dokumen yang dirilis oleh RTCA telah memperingatkan bahwa 5G bisa menjadi risiko besar bagi pesawat. 

"Kegagalan sensor-sensor ini dapat menyebabkan insiden dengan hasil bencana," lanjutan isi laporan tersebut.

tribunnews
Ilustrasi pilot duduk di ruang kokpit, Rabu (19/8/2020). (Pixabay/StockSnap)

Mereka telah memperingatkan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian tentang masalah ini, baik dari industri penerbangan dan jaringan seluler.

Terry McVenes, Presiden dan CEO RTCA mengatakan, “Kami dengan senang hati mengirimkan informasi teknis ini ke FCC yang memberikan evaluasi kuantitatif kinerja altimeter radar selama gangguan dari emisi 5G yang diharapkan yang digunakan oleh industri nirkabel seluler."

“Pemahaman menyeluruh tentang risiko yang terkait dengan gangguan ini dan dampaknya pada keselamatan penerbangan akan sangat penting dalam menyatukan penerbangan dan regulator spektrum untuk memastikan bahwa sistem penerbangan yang kritis terhadap keselamatan akan terus dilindungi untuk tujuan keselamatan publik,” lanjutnya.

Inggris meluncurkan 5G di seluruh negeri, dengan O2 meluncurkannya ke 100 kota besar.

Namun, China telah meluncurkan apa yang diklaimnya sebagai satelit 6G pertama di dunia yang memasuki orbit.

Bisa jadi 100 kali lebih cepat dari 5G.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved