Para Ahli Khawatir, Jaringan 5G  Memicu Kecelakaan Penerbangan

Dokumen yang dirilis oleh RTCA telah memperingatkan bahwa 5G bisa menjadi risiko besar bagi pesawat.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Dokumen yang dirilis oleh RTCA telah memperingatkan bahwa 5G bisa menjadi risiko besar bagi pesawat. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Indonesia barus saja menerapkan jaringan 5G di sejumlah daerah. Namun penerapan jaringan internet generasi kelima ini tapkanya harus hati-hati.

Apa lagi ketika kamu sedang berada di pesawat.

Para ahli di Amerika Serikat menyatakan kekhawatiran mereka akan penggunaan jaringan 5G yang dapat menyebabkan potensi kecelakan pesawat.

Ini dikarenakan jaringan 5G dapat menganggu altimeter radar pesawat dan menyebabkan kecelakaan.

Para ahli menyebutkan jaringan 5G yang menggunakan spektrum frekuensi 3,7 hingga 3,98 GHz dapat menganggu radar pesawat.

Dilansir dari laman news.com.au, Menurut Radio Technical Commision for Aeronautics (RTCA) yang memperingatkan Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika, operasi 5G pada frekiensi tersebut dapat menganggu altimeter radar pesawat-yang menggunakan frekuensi 4,2 hingga 4,4 GHz.

Baca juga: Bolehkah Melakukan Panggilan Telepon Saat di Pesawat?

Altimeter radar mengukur ketinggian pesawat di atas medan dan potensi risiko lainnya seperti gunung atau bangunan.

Dokumen yang dirilis oleh RTCA telah memperingatkan bahwa 5G bisa menjadi risiko besar bagi pesawat.

tribunnews
Cek sinyal ponsel (PC Advisor)

Laporan tersebut memperingatkan bahwa jaringan 5G dapat berdampak pada operasi penerbangan di pesawat terbang baik di AS maupun di seluruh dunia.

Dengan potensi kegagalan bencana yang menyebabkan banyak kematian, jika tidak ada mitigasi yang sesuai.

RCTA menyatakan, “Hasil yang disajikan dalam laporan ini mengungkapkan risiko besar bahwa sistem telekomunikasi 5G di pita 3,7–3,98 GHz akan menyebabkan interferensi berbahaya pada altimeter radar pada semua jenis pesawat sipil - termasuk pesawat angkut komersial, bisnis, penerbangan regional, dan penerbangan umum; dan helikopter transportasi dan penerbangan umum. "
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved