Ini Cara Membedakan Gejala Alergi, Flu, atau Virus Corona

Orang-orang pun menjadi sedikit cemas setiap kali mereka merasakan gatal tenggorokan atau batuk. Meski virus corona merupakan sesuatu yang dianggap se

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Orang-orang pun menjadi sedikit cemas setiap kali mereka merasakan gatal tenggorokan atau batuk. Meski virus corona merupakan sesuatu yang dianggap serius, peluang setiap orang untuk terjangkit masih rendah. 

Ini Cara Membedakan Gejala Alergi, Flu, atau Virus Corona

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Virus corona telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menetapkannya sebagai pandemi.

Wabah tersebut juga membuat sejumlah acara dan penerbangan dibatalkan sebagai tindakan pencegahan meluasnya penyebaran virus corona.

Orang-orang pun menjadi sedikit cemas setiap kali mereka merasakan gatal tenggorokan atau batuk. Meski virus corona merupakan sesuatu yang dianggap serius, peluang setiap orang untuk terjangkit masih rendah.

Melansir CNN, Dr. Greg Poland, Profesor Kedokteran dan Penyakit Menular di Klinik Mayo dan Direktur Riset Vaksin Mayo Klinik menjelaskan mengenai perbedaan gejala antara alergi, gejala pilek, flu dan penyakit Covid-19.

Perbedaaan gejala alergi, flu dan virus corona Mata gatal? Hidung beringus? Anda mungkin memiliki alergi atau pilek.

Gunakan masker untuk meminimalisir penyebaran flu
Gunakan masker untuk meminimalisir penyebaran flu (Shutterstock)

"Masalah alergi musiman gejalanya berdampak terhadap hidung dan mata," kata Poland. "Sebagian besar gejala terlokalisasi di kepala, tetapi terkadang Anda juga mengalami ruam," kata dia.

Gejala virus corona dan flu cenderung lebih sistemik. Artinya, mereka memengaruhi seluruh tubuh. "Flu dan virus corona baru, ini memengaruhi sistem lain dan saluran pernapasan bagian bawah," kata Poland.

"Anda mungkin tidak akan menderita pilek, tetapi yang mungkin Anda miliki adalah sakit tenggorokan, batuk, demam, atau sesak nafas. Jadi, itu diagnosis klinis yang agak berbeda," kata dia.

Dia juga meminta untuk mengukur suhu tubuh.

Tetapi, Poland mengatakan, sangat tidak mungkin alergi akan menyebabkan demam. Alergi terkadang menyebabkan sesak napas, terutama jika Anda memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya seperti asma.

Gejala alergi sering terjadi, dan biasanya ringan. Poland mengatakan jika Anda memiliki gejala yang sama dalam waktu yang sama, menahun, Anda mungkin mengalami alergi musiman.

Dalam hal ini, obat bebas dan tindakan pencegahan kesehatan secara umum lainnya akan membantu Anda merasa lebih baik.

Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.(AFP/HECTOR RETAMAL).
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.(AFP/HECTOR RETAMAL). (AFP)

Virus corona dan gejala flu dapat membuat Anda istirahat dari kegiatan sehari-hari. "Jika Anda memiliki kasus virus corona atau flu, Anda akan merasa sangat lelah, sangat sakit.

Pada dasarnya hanya ingin berada di tempat tidur. Semua orang akan melihat perbedaannya," kata Poland.

"Alergi mungkin membuatmu merasa lelah, tetapi mereka tidak akan menyebabkan sakit otot atau sendi yang parah," kata dia.

Gejala flu ringan dan sedang biasanya sembuh sendiri. Flu normal, Anda akan mulai merasa lebih baik dengan istirahat dan perawatan yang tepat dalam beberapa hari.

Kecuali jika Anda sudah lanjut usia atau memiliki kondisi kesehatan lainnya, dalam hal ini bahkan penyakit ringan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

Sementara virus corona dan gejala flu akut bisa memburuk dari waktu ke waktu. Jika Anda memiliki kasus flu atau virus corona, kemungkinan gejalanya menjadi lebih buruk ketika berharap untuk menjadi lebih baik.

Ini adalah tanda pasti untuk mencari perawatan medis. "Apa yang akan meningkatkan kecurigaan terjangkit virus corona jika Anda kehabisan napas," kata Poland.

"Orang-orang juga dapat menderita pneumonia dari flu, yang memiliki kemungkinan yang sama, jadi lebih baik Anda akan mencari perhatian medis," kata dia. 

Virus H1N1
Virus H1N1 (net)

Gejala awal alergi, pilek, flu, dan virus corona bisa serupa.

Sayangnya, kata Poland, tahap awal pilek, flu, dan virus corona bisa sangat mirip, dan beberapa kasus virus corona serta flu bisa sangat ringan sehingga tidak menimbulkan gejala yang membahayakan.

Itu sebabnya Anda harus memperhatikan untuk melihat apakah gejalanya menetap, terutama jika Anda berada dalam kelompok berisiko.

"Kami khawatir tentang orang tua, penderita asma atau penyakit paru-paru lainnya, penderita penyakit jantung atau diabetes, dan juga wanita hamil," kata Poland.

Kasus-kasus virus corona biasanya memiliki beberapa konteks. Jika Anda berpikir memiliki virus corona, Poland mengatakan, dokter mana pun pasti akan menanyakan beberapa pertanyaan kontekstual, seperti:

  • Sudahkah Anda bepergian baru-baru ini, dan jika demikian, di mana?
  • Pernahkah Anda memiliki seseorang di rumah Anda atau memiliki teman kerja atau teman sekolah yang bepergian?
  • Ke mana mereka pergi?
  • Pernahkah Anda memiliki seseorang di rumah Anda dari daerah di mana wabah virus corona terkonsentrasi?
  • Apakah Anda sudah berada di kapal pesiar?
  • Apakah Anda tinggal di dekat daerah di mana ada wabah?

"Anda seperti seorang detektif, mencoba menerima dan mengumpulkan potongan-potongan data," kata Poland. "Jika Anda khawatir, hubungi dokter Anda," kata Poland.

"Jelaskan gejalanya dan mereka akan membuat keputusan. Kamu tidak bisa menguji semua orang dan kamu tidak bisa menguji siapa pun berulang kali," kata dia.

Ini juga merupakan kesempatan untuk melakukan pemikiran kritis sebelum Anda berlomba untuk melakukan diagnosis.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved