Hasil Penelitian, Mayoritas Makanan Bayi Instan Mengandung Bahan Kimia Beracun

95 persen mengandung satu atau lebih bahan kimia beracun, termasuk timbal, arsenik, merkuri, dan kadmium.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Ilustrasi, makanan bayi 

Hasil Penelitian, Mayoritas Makanan Bayi Instan Mengandung Bahan Kimia Beracun

TRIBUNKALTIM.CO - Kelompok kesehatan konsumen mengatakan hampir semua makanan bayi instan mengandung setidaknya satu bahan kimia beracun.

Melansir Healthline, tes makanan bayi yang dijual di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa 95 persen mengandung satu atau lebih bahan kimia beracun, termasuk timbal, arsenik, merkuri, dan kadmium.

Para peneliti mengatakan jumlah racun dalam makanan bayi kecil, tetapi kontaminasi kimia dapat menumpuk dari waktu ke waktu.

Para ahli menyarankan orang tua untuk menghindari produk berbasis beras dan memberi makan makanan bayi seperti oatmeal.

Dan 1 dari 4 dari 168 makanan bayi yang diuji mengandung keempat logam berat, menurut laporan dari kelompok Healthy Babies Bright Futures (HBBF).

Ilustrasi. Makanan pendamping ASI untuk bayi.
Ilustrasi. Makanan pendamping ASI untuk bayi. (Shutterstock)

Jumlah racun yang ditemukan dalam makanan bayi kecil, tetapi Dr. Philip Landrigan , seorang dokter anak dan direktur Program Kesehatan Masyarakat Global dan Kebaikan Bersama di Institut Schiller untuk Sains dan Masyarakat Terpadu di Boston College.

Perlu digaribawahi, “Arsenik, timah, dan logam berat lainnya diketahui sebagai penyebab kerusakan perkembangan saraf."

"Eksposur tingkat rendah bertambah, dan eksposur di awal kehidupan sangat berbahaya," katanya kepada Healthline.

"Dampak eksposur kumulatif adalah apa yang membuat ini menjadi perhatian signifikan yang menuntut tindakan."

Di antara makanan berisiko tinggi untuk bayi adalah camilan dan makanan berbahan dasar beras (cemilan puff, biskuit tumbuh gigi, dan sereal bayi), wortel, kentang manis, dan jus buah.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved