Setelah 2 Kali Vaksin, Mengapa Tetap Positif Covid-19?

Bupati Tegal, Jawa Tengah, Umi Azizah masih mendapat perawatan di RSUD dr Soeselo Slawi karena terpapar Covid-19.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Bupati Tegal, Jawa Tengah, Umi Azizah masih mendapat perawatan di RSUD dr Soeselo Slawi karena terpapar Covid-19. 

Setelah 2 Kali Vaksin, Mengapa Tetap Positif Covid-19?

TRIBUNKALTIM.CO - Bupati Tegal, Jawa Tengah, Umi Azizah masih mendapat perawatan di RSUD dr Soeselo Slawi karena terpapar Covid-19.

Sebelumnya, Umi disebut sudah dua kali mendapat suntikan vaksin.

Lantas mengapa mengapa Bupati Umi Azizah bisa terpapar Covid-19?

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dr. Hendadi Setiadji, penularan virus Covid-19 memang bisa menimpa siapa saja, termasuk mereka yang sudah mendapat dua kali suntik vaksin.

Meski demikian, kata Hendadi, mereka yang sudah disuntik vaksin kecenderungannya memiliki gajala sakit lebih ringan ketimbang yang belum disuntik vaksin bila terinfeksi Covid-19.

“Vaksinasi adalah upaya untuk meningkatkan ketahanan tubuh dari infeksi virus Covid-19, termasuk mencegah dampaknya menjadi lebih berat jika terinfeksi. Namun bukan berarti pula akan terlindungi total. Tetap harus ada langkah 3M ditambah 2M,” kata Hendadi, Selasa (1/6/2021).

Hendadi menyebut Bupati Umi hanya mengalami gejala ringan, bahkan indra penciuman dan pengecap rasanya pun masih tetap normal.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Soeselo Slawi Guntur Muhammad Taqwin mengungkapkan, bupati saat ini berada di ruang perawatan khusus pasien Covid-19.

"Sekalipun kondisinya baik, stabil, kami tetap akan terus memantau perkembangannya sampai uji usapnya menyatakan hasil negatif,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Tegal Jawa Tengah Umi Azizah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 meski sebelumnya sudah disuntik vaksin Covid-19.

Umi yang mengalami gejala ringan, saat ini mendapat perawatan di RSUD dr. Soeselo Slawi.

"Alhamdulillah, kondisinya sekarang sudah lebih baik. Mohon doanya saja,“ kata Umi dalam keterangan tertulis yang dikirimkan Humas Pemkab. Tegal, Senin (31/5/2021).

Meski kondisi umum dan klinisnya baik, Umi memutuskan dirawat di RSUD dr Soeselo Slawi untuk mengurangi risiko penularan.

Umi menjelaskan, sejak Rabu (26/5/2021) malam dirinya merasa kurang enak badan. Ia kemudian berinisiatif mengisolasi diri di rumah dinasnya untuk menghindari kontak dengan orang lain.

Belakangan, nafsu makannya ikut terganggu, hingga akhirnya ia meminta petugas medis melakukan pengetesan Covid-19 pada Minggu (30/5/2021) sore.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Umi dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Ia akhirnya dirawat di rumah sakit untuk menghindari risiko penularan, meningkatkan imun tubuh dan istirahat.

Umi pun menitip pesan agar sikap waspada dan hati-hati pada penularan Covid-19 lebih ditingkatkan, sekalipun sudah menerima suntik vaksin Covid-19.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved