WHO Ubah Nama Varian Virus Corona dengan Alfabet Yunani, untuk Apa?

Perubahan ini berlaku untuk semua varian baru virus corona, dan turunan kedua yang sedang dilacak.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Perubahan ini berlaku untuk semua varian baru virus corona, dan turunan kedua yang sedang dilacak. 

WHO Ubah Nama Varian Virus Corona dengan Alfabet Yunani, untuk Apa?

TRIBUNKALTIM..CO - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengubah nama varian Covid-19 dengan urutan alfabet Yunani, guna menghindari stigmatisasi terhadap suatu negara atau tempat.

Perubahan ini berlaku untuk semua varian baru virus corona, dan turunan kedua yang sedang dilacak.

"Mereka tidak akan menggantikan nama ilmiah, tetapi untuk membantu diskusi publik," kata Maria van Kerkhove pimpinan teknis Covid-19 WHO, dikutip Kompas.com dari AFP.

Dengan sistem baru ini nama varian Inggris B.1.1.7 menjadi Alpha; varian B.1.351 di Afrika Selatan menjadi Beta; dan P.1 di Brasil menjadi Gamma.

Baca juga: Mengapa Penamaan Varian Virus Corona Aneh dan Rumit?

Kemudian varian B.1.617 India dibagi menurut sub-garis turunannya.

B.1.617.1 disebut Kappa, dan B.1.617.2 yang menjadi perhatian terbesar saat ini dinamai Delta.

Selain nama-nama itu, ada dua nama ilmiah lain yang masih digunakan untuk setiap mutasi, termasuk nama geografis berbeda untuk menyebut varian baru Covid-19 yang sama.

Misalnya di "Negeri Ratu Elizabeth", varian virus corona Inggris juga sering disebut varian Kent sesuai lokasi pertama kali terdeteksi.

Nama virus turunannya seperti B.1.1.7.2 juga masih dipakai di kalangan ilmiah.

"Meski memiliki kelebihan, nama-nama ilmiah ini sulit diucapkan dan diingat, dan cenderung salah dilaporkan," kata WHO dikutip dari AFP.

Akibatnya orang sering menggunakan nama daerah varian itu berasal, sehingga menimbulkan stigmatisasi dan diskriminasi.

"Untuk menghindarinya dan menyederhanakan komunikasi publik, WHO mendorong otoritas nasional, kantor-kantor berita, dan lainnya untuk mengadopsi label baru ini."

WHO merancang penamaan varian baru virus corona ini selama beberapa bulan.

Saat ini yang dipilih adalah urutan abjad Yunani yang berisi 24 huruf, tetapi belum tahu bagaimana jika sudah habis.

Epsilon, Zeta, Eta, Theta, dan Iota sudah digunakan sebagai nama turunan varian baru virus corona.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved