Kenali Anak Berkebutuhan Khusus Sebelum Usia 2 Tahun

Setiap anak memiliki potensi berbeda-beda, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Editor: Geafry Necolsen
HelloSehat
Setiap anak memiliki potensi berbeda-beda, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. 

Baik Rini maupun Vitriani menjelaskan bagaimana proses deteksi anak dengan kebutuhan khusus selama masa pandemi yang berlangsung lebih dari satu tahun.

“Hal yang miris itu orang tua saat pandemi takut ke rumah sakit, tapi tidak takut ke mal. Orang tua harus percaya bahwa rumah sakit punya protokol yang ketat sehingga aman untuk pasien dan tenaga kesehatan,” ucap Rini.

Ia pun menekankan bahwa penting sekali melakukan pengecekan dan penilaian perkembangan melalui buku KIA di rumah selama pandemi.

“Untuk memantau perkembangan anak di usia 12-18 bulan dapat dilakukan di buku KIA, apabila menemukan satu yang tidak harus segera konsultasi ke tenaga kesehatan. Sayangnya, di masa pandemi, orang tua banyak menunda pengecekan anak di rumah sakit, dengan keraguan. Orang tua harus sadar usia anak akan bertambah terus. Jadi, kalau tidak segera deteksi, semakin banyak yang tertinggal dalam proses tumbuh kembang anak,” jelas dia.

Bagi Rini, tumbuh kembang anak merupakan proses yang berkesinambungan sehingga penting bagi proses pemantauan berkala bagi tumbuh kembang anak. Apabila ada hal yang bermasalah segera melakukan intervensi tenaga kesehatan, atau terapis.

Selain itu, bagi Psikolog Vitriani, dilema orang tua untuk tidak melakukan terapi di luar rumah selama masa pandemi dapat dipahami.

Namun, yang perlu diingat anak tetap memerlukan penanganan untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

 
 
 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved