Kenali Anak Berkebutuhan Khusus Sebelum Usia 2 Tahun

Setiap anak memiliki potensi berbeda-beda, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Editor: Geafry Necolsen
HelloSehat
Setiap anak memiliki potensi berbeda-beda, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. 

Ia pun menjelaskan bahwa pada beberapa anak juga ada yang memiliki faktor risiko, seperti kelahiran prematur, atau riwayat kebutuhan khusus dalam keluarga.

Deteksi dini ABK dimulai sebelum usia 1 tahun

Orang tua, kata Vitriani, perlu mengamati fungsi adaptif anak sesuai usianya, seperti fungsi adaptif anak untuk melakukan tugas-tugas yang diharapkan pada usianya secara mandiri (bina diri), melakukan fungsi sosial (berinteraksi & bermain), atau fungsi belajar (bila anak sudah mulai bersekolah) sehingga deteksi dini alangkah baiknya sesegar mungkin dilakukan.

Hal tersebut juga disampaikan pada kesempatan yang sama oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Rini Sekartini.

Ia menjelaskan bahwa orang tua memiliki peran yang paling penting dalam proses deteksi dini ABK.

“Dalam proses deteksi dini, masih banyak anak yang datang dengan keterlambatan. Jadi, program deteksi dini belum optimal. Deteksi dini sangat penting, karena ini peran orang tua mengingat 24 jam x 7 yang paling banyak orang tua di rumah,” ucap Rini.

Rini mengatakan, menurut American Academy of Pediatric, sejak usia 9 bulan sampai satu tahun itu, orang tua harus melakukan deteksi dini pada anak sebulan sekali.

“Menurut American Academy of Pediatric, sejak usia 9 bulan sampai satu tahun itu, orang tua harus melakukan deteksi dini pada anak sebulan sekali dengan memantau dua hal yakni pertumbuhan dan perkembangan anak. Alangkah baiknya, tidak disingkat dengan istilah tumbang, mengingat dua hal tersebut mengandung makna yang penting," terang dia.

Anak usia dini itu, lanjut dia, biasa dimasukkan dalam kelompok anak yang dideteksi dalam tumbuh kembang, sehingga penting bagi para orang tua untuk memantau dengan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).

“Pemantauan tumbuh kembang anak di masyarakat dapat dilakukan melalui buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) atau yang disebut buku Pink digunakan kementerian kesehatan, dan ikatan dokter anak Indonesia serta digunakan oleh orang tua. Jangan hanya dibawa saat kontrol saja,” tambah Rini.

Namun, ia juga menjelaskan bahwa setiap anak dalam fase tumbuh kembangnya memiliki ciri khas, sehingga kita tidak bisa menyamaratakan kebutuhan semua anak.

Deteksi anak ABK di masa pandemi

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved