Presiden Ketiga RI: Bacharuddin Jusuf Habibie, Jenius dari Indonesia

Kisah hidupnya diangkat dalam 3 filam yaitu Habibie dan Ainun (2012), Rudy Habibie atau Habibie dan Ainun 2 (2016), serta Habibie dan Ainun 3 (2019). 

Editor: Geafry Necolsen
Antara Foto
Dalam perjalanannya, Habibie mengembara hingga ke luar negeri. Bahkan, menjadi orang yang dihormati di Jerman karena kejeniusannya. 

Cita-cita Habibie adalah membuat industri pesawat, bukan sekadar pesawat. Setahap demi setahap, cita-cita Habibie ini sempat mengejutkan dunia.

Berawal dari lisensi dari CASA pada 1976, Indonesia mampu merakit NC-212. Berlanjut, pada 1983, Indonesia melompat lagi dengan membuat (tidak lagi hanya merakit) CN-235.

Lompatan lebih tinggi sebenarnya sudah di depan mata saat krisis moneter menghantam pada akhir Orde Baru.

Saat itu, prototipe N-250 sudah rampung di IPTN, bahkan sudah uji terbang pada 1955. Tapi pesawat itu gagal terwujud.

Padahal, menurut Habibie, itu adalah momentum yang tepat untuk jadi titik tolak kejayaan industri dirgantara Indonesia.

Akhirnya, N-250 kehilangan momentum karena pesawat berpenumpang 60-an orang sudah banyak pesaing dan atau tak lagi ekonomis.

Habibie sempat bertolak lagi ke Jerman selepas tak lagi menjadi Presiden Indonesia. Saat pulang kembali ke Indonesia, cita-citanya soal industri penerbangan bersemi lagi. Kali ini lewat R80.

Meski demikian, R80 kemudian masuk pula ke daftar proyek strategis pemerintah per 15 Juli 2017, lewat Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017.

Pada 2020, proyek pengembangan pesawat R80 dihapus dari proyek strategis nasional (PSN) pemerintah 2020-2024, karena pemerintah memutuskan untuk menggantinya dengan produksi drone atau pesawat nirawak.

Baca juga: Dikembangkan Sejak Tahun 2015, Ini Penampakan Drone Intai Buatan Indonesia 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved