Presiden Ketiga RI: Bacharuddin Jusuf Habibie, Jenius dari Indonesia

Kisah hidupnya diangkat dalam 3 filam yaitu Habibie dan Ainun (2012), Rudy Habibie atau Habibie dan Ainun 2 (2016), serta Habibie dan Ainun 3 (2019). 

Editor: Geafry Necolsen
Antara Foto
Dalam perjalanannya, Habibie mengembara hingga ke luar negeri. Bahkan, menjadi orang yang dihormati di Jerman karena kejeniusannya. 

Dia juga membuat sejarah dengan membuat mempersiapkan Pemilu 1999 yang merupakan pemilu demokratis pertama pasca-Orde Baru.

Seperti keran yang dibuka, saat itu partai politik berbondong-bondong ikut serta, yakni sebanyak 48 partai politik ikut serta Pemilu 1999.

Namun pemerintahannya mendapat kritik paling keras karena lepasnya Timor Timur dari Indonesia.

Habibie dituntut mundur oleh mahasiswa pada akhirnya, karena dia dianggap tidak dapat menjalankan amanah reformasi, terutama pengadilan untuk Soeharto.

Pada Sidang Istimewa MPR 1999, 13 November 1999, Habibie membacakan pidato pertanggungjawaban. Tapi pidato tersebut ditolak MPR dan Habibie batal dicalonkan menjadi presiden. Kepemimpinan pun berganti.

Kejeniusan Habibie

Kejeniusan Habibie tak hanya diakui bangsa Indonesia, tapi juga dunia. Dia punya julukan Mr Crack karena kontribusi besarnya bagi teknologi pesawat terbang global.

Namanya pun melekat menjadi nama teorema di bidang termodinamika. Teorema Habibie (dikenal sebagai Crack Propagation Theory) menyelesaikan persoalan yang sebelumnya memicu banyak kecelakaan pesawat terbang.

Teori ini memberikan formulasi perhitungan matematis untuk menemukan potensi rekahan pada kerangka badan pesawat. Istilah teknis untuk rekahan ini adalah crack.

Sebutan Mr Crack tak hanya untuk persoalan yang Habibie selesaikan saat dia berusia 32 tahun itu, tetapi sekaligus juga pengakuan atas kemampuannya memecahkan permasalahan semacam itu.

Formulasi Habibie mendapat apresiasi global terutama karena pada saat itu bersamaan dengan momentum mulai digunakannya mesin jet untuk penggerak pesawat, menggenapi teknologi baling-baling.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved