Presiden Ketiga RI: Bacharuddin Jusuf Habibie, Jenius dari Indonesia

Kisah hidupnya diangkat dalam 3 filam yaitu Habibie dan Ainun (2012), Rudy Habibie atau Habibie dan Ainun 2 (2016), serta Habibie dan Ainun 3 (2019). 

Editor: Geafry Necolsen
Antara Foto
Dalam perjalanannya, Habibie mengembara hingga ke luar negeri. Bahkan, menjadi orang yang dihormati di Jerman karena kejeniusannya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Bacharuddin Jusuf Habibie, yang kerap disapa BJ Habibie, merupakan Presiden ketiga Republik Indonesia.

BJ Habibie menjabat Presiden RI pada 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.

Ia lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936, dan berpulang pada 8 September 2019 dalam usia 83 tahun.

Kisah hidupnya diangkat dalam 3 filam yaitu Habibie dan Ainun (2012), Rudy Habibie atau Habibie dan Ainun 2 (2016), serta Habibie dan Ainun 3 (2019). 

Dalam perjalanannya, Habibie mengembara hingga ke luar negeri. Bahkan, menjadi orang yang dihormati di Jerman karena kejeniusannya.

Perjalanannya dimulai saat Rudy, BJ Habibie kecil, dikirim ibunya ke Pulau Jawa setelah 40 hari ayahnya meninggal dunia. Saat itu, Rudy alias Habibie baru berusia 13 tahun.

Perjalanan tiga hari tiga malam itu terpaksa dilakukan Rudy demi melanjutkan studi.

Berkat ketegaran ibunya tersebut, Habibie akhirnya dapat menjelma menjadi Habibie yang kita kenal saat ini.

Kuliah di Bandung dan dapat beasiswa studi ke Jerman

Habibie pergi ke Bandung untuk melanjutkan studi ke Fakultas Teknik Universitas Indonesia (sekarang Institut Teknologi Bandung) pada 1950.

Baca juga: Pesawat N250 Gatotkaca Kebanggaan BJ Habibie Dimuseumkan

Baca juga: Belum Sempat Diproduksi Massal, Pesawat Pertama Buatan RI Dimuseumkan

Lima tahun kemudian, dia mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Rhenish Wesfalische Technische Hochscule, Jerman, Jurusan Konstruksi Pesawat Terbang.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved