Presiden Kedua RI: Soeharto, Masa Jabatannya Paling Lama

Soeharto ditunjuk sebagai Presiden Indonesia pada 12 Maret 1967 menggantikan Soekarno.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Soeharto ditunjuk sebagai Presiden Indonesia pada 12 Maret 1967 menggantikan Soekarno. 

Penafsiran yang berbeda itu pertama kali diimplementasikan saat Soeharto membuat Surat Kebijakan Nomor 1/3/1966 atas nama Presiden Soekarno, untuk membubarkan PKI. 

Soeharto dianggap keliru dalam menafsirkan frasa "mengambil segala tindakan yang dianggap perlu, untuk terjaminnya keamanan dan ketenangan serta kestabilan jalannya revolusi".

"Itu yang dijadikan dasar untuk pembubaran PKI. Jadi sangat sakti surat itu," tutur Asvi.

Dikutip dari arsip Harian Kompas 11 Maret 1971, Soeharto yang saat itu menjabat Presiden RI mengatakan bahwa Supersemar hanya digunakan untuk membubarkan PKI dan menegakkan kembali wibawa pemerintahan.

"Saya tidak pernah menganggap Surat Perintah 11 Maret sebagai tujuan untuk memperoleh kekuasaan mutlak. Surat Perintah 11 Maret juga bukan merupakan alat untuk mengadakan kup terselubung," kata Soeharto. 

Dilantik sebagai Presiden RI

Meskipun demikian, pasca Supersemar popularitas Soeharto terus menanjak, sementara sebaliknya kekuasaan Presiden Sukarno mulai meredup. 

Akhirnya, pada 7 Maret 1967, Soekarno melepas jabatannya. Soeharto ditunjuk untuk menjadi penjabat presiden lewat Sidang MPRS.

Soeharto resmi menjabat dan dilantik sebagai Presiden RI pada 27 Maret 1968.

Di masa pemerintahannya, Soeharto bertugas sebagai presiden dengan lama menjabat 32 tahun dengan enam kali terselenggaranya Pemilu.

Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 setelah mendapatkan desakan dari ribuan mahasiswa yang memadati gedung DPR/MPR.

Mundurnya Soeharto ini merupakan puncak dari kerusuhan dan aksi protes di berbagai daerah dalam beberapa bulan terakhir. 

Tak lama setelah lengser, Soeharto menderita suatu penyakit hingga harus dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan.

Setelah menjalani perawatan selama 24 hari, Soeharto meninggal dunia pada 27 Januari 2006 pukul 13.10 WIB dalam usia 87 tahun.

Penghargaan

Dilansir dari situs Museum Soeharto, disebutkan seluruh penghargaan yang diterim Soeharto semasa hidupnya. Berikut rinciannya:

  • Bintang RI Klas I
  • Bintang Mahaputra Klas I
  • Bintang Jasa Klas I
  • Bintang Dharma
  • Bintang Sakti
  • Bintang Gerilya
  • Bintang Sewindu APRI
  • Bintang Kartika Eka Paksi Klas I
  • Bintang Jalasena Klas I
  • Bintang Garuda
  • Bintang Swa Buana Paksi Klas I
  • Bintang Bhayangkara Klas I
  • Satya Lencana Teladan
  • Satya Lencana Kesetiaan
  • Satya Lencana Perang Kemerdekaan I
  • Satya Lencana Perang Kemerdekaan II
  • G.O.M. I
  • G.O.M. II
  • G.O.M. III
  • G.O.M. IV
  • Satya Lencana Satya Dharma
  • Satya Lencana Wira Dharma
  • Satya Lencana Penegak
  • Bintang Yuda Dharma Klas I
  • The Raja of The Order of Sikatuna (Filipina)
  • Grand Collier of The Order of Sheba (Ethiopia)
  • Grand Collier de L’Order National de L’independence (Kamboja)
  • The Most Auspicious Order of The Rajamitrabhorn (Thailand)
  • Darjah Utama Seri Mahkota Negara (DMN) (Malaysia)
  • Order Van de Nederlandse Leeuw (Belanda)
  • Sounderstute des Grosskreuzes (Special order of the Grand Cross), Jerman
  • Grand Cordone (Italia)
  • Grand Gordon Order de Leopold (Belgia)
  • Grand Croiix de Legion 1 honneur (Prancis)
  • Groos Stern des Ehren Zeichens Feur Verdienste um die Republik Qesterreich (Austria)
  • Tanda penghargaan Yugoslavia
  • Satya Lencana Pahlavi (Iran)
  • Grand Cordon of the Supreme Order of the Chrysanthemum (Jepang)
  • Bapak Pembangunan RI
  • Bintang Kehormatan Moogunghwa dari gerakan kepanduan Korea Selatan (1 Juli 1986)
  • Penghargaan Medali Emas FAO (21 Juli 1986)
  • Penghargaan Kependudukan PBB (United Nations Population Award – UNPA) (8 Juni 1989)
  • Medali emas Uniesco Avicenna (Pendidikan) (19 Juni 1993).
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved