Mengapa Mayoritas Masyarakat Indonesia Makan Nasi? Ini Sejarahnya

Beras yang dimasak menjadi nasi ini, tak hanya bernilai sebagai bahan makanan saja, melainkan juga menjadi bagian budaya di Indonesia.

Editor: Geafry Necolsen
net
Beras yang dimasak menjadi nasi ini, tak hanya bernilai sebagai bahan makanan saja, melainkan juga menjadi bagian budaya di Indonesia. 

Berdasarkan penuturan Fadly contohnya terletak pada Tanah Sunda yang juga disebut Lumbung Nasional.

Jawa Barat sejak dahulu adalah salah satu daerah yang penduduknya mencari nafkah dari pekerjaan bertani, salah satunya bertani padi.

"Betul bahwa bahan makanan menentukan olahan kuliner khas suatu daerah.

Masyarakat Sunda adalah masyarakat agraris. Melihat catatan sejarah masyarakat Sunda umumnya bekerja pada sektor pertanian dan komoditas andalannya adalah padi," ucap Fadly

Fadly menambahkan bahwa dahulu Jawa Barat juga merperdagangkan beras ke pelbagai daerah di Indonesia.

Tanah Sunda mempunyai aneka olahan nasi karena masyarakat Jawa Barat merupakan produsen padi.

Tidak hanya menjadi nilai budaya dalam segi kuliner, beras juga memiliki nilai filosofi dalam budaya Indonesia, salah satunya nasi tumpeng.

Nasi tumpeng, menurut Fadly, merupakan transfromasi budaya Hindu-Buddha yang mengkultuskan gunung sebagai simbol dari alam raya. Gunung pun disucikan oleh masyarakat Jawa sejak dulu hingga kini.

"Nasi tumpeng digunakan untuk mentranfromasikan keagungan gunung dengan tumpeng ini miniatur dari gunung dan disimbolkan representasi penghormatan mereka kepada dewa-dewa," terang Fadly.

Ia menambahkan bahwa bentuk nasi tumpeng ada di Candi Borobudur dalam relief yang menunjukkan upacara religius.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved