Profil Presiden Pertama RI: Soekarno

Soekarno awalnya diberi nama Koesno Sosrodihardjo, kemudian diganti menjadi Soekarno karena sering sakit.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Soekarno awalnya diberi nama Koesno Sosrodihardjo, kemudian diganti menjadi Soekarno karena sering sakit. 

Soekarno kemudian masuk ke Technische Hoogeschool (THS) jurusan teknik sipil, yang saat ini berubah menjadi ITB (Institut Teknologi Bandung).

Kuliah dan politik

Soekarno sempat berhenti kuliah setelah dua bulan masuk di THS, dan kembali mendaftar pada 1922 untuk memulai kuliahnya di THS.

Bung Karno berhasil lulus pada 25 Mei 1926, dengan gelar Ir (Insinyur) yang membuatnya akrab dipanggil dengan nama Ir Soekarno.

Tamat dari THS, Soekarno mendirikan Biro Insinyur pada 1926 bersama Ir. Anwari, yang mengerjakan desain dan rancang bangunan. Soekarno juga bekerja sama dengan Ir. Rooseno dalam merancang dan membangun rumah.

Selama di Bandung, Soekarno mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) pada 4 Juli 1927, yang kemudian menjadi cikal bakal dari Partai Nasional Indonesia.

Partai ini bertujuan memerdekakan bangsa Indonesia, yang membuat Soekarno harus dipenjara di penjara Suka Miskin pada 29 Desember 1929.

Berulang kali Bung Karno dipenjara karena keteguhannya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Perjuangan Soekarno cukup panjang sebelum akhirnya mampu menyatakan kemerdekaan Indonesia, pada 17 Agustus 1945, bersama Mohammad Hatta dan beberapa tokoh lainnya.

Akhir hidup Soekarno

Sebelumnya, Soekarno telah mengemukakan dasar negara, Pancasila, pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945, yang kemudian menjadi dasar negara Indonesia.

Kiprah Bung Karno mendunia, dengan berusaha menghimpun bangsa-bangsa untuk membuat Gerakan Non Blok yang beranggotakan bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Gerakan ini merupakan hasil dari Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955 di Bandung.

Adapun Bung Karno memiliki tiga orang istri selama hidupnya, Fatmawati, Hartini, dan Ratna Sari Dewi.

Dari ketiga istrinya, lahir delapan orang anak, yaitu Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, Guruh, Taufan, Bayu, dan Kartika.

Setelah terjadi gejolak politik yang disebabkan pemberontakan G-30-S/PKI yang menewaskan banyak perwira TNI, Bung Karno menyerahkan jabatannya sebagai presiden Indonesia.

Soekarno wafat pada 21 Juni 1970 di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat), karena sakit yang terus memburuk.

Beliau dimakamkan di Blitar, dekat dengan makam sang ibunda, Ida Ayu Nyoman Rai.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved