Maskapai Penerbangan Palestina Airlines Tutup Selamanya

Palestina Airlines didirikan pada tahun 1995, mengikuti Perjanjian Oslo II yang ditandatangani oleh Israel dan Palestina

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Selama 25 tahun beroperasi, maskapai Palestina Airlines secara resmi menghentikan operasinya. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Selama 25 tahun beroperasi, maskapai Palestina Airlines secara resmi menghentikan operasinya.

Hal ini diumumkan oleh pihak berwenang Palestina .

Baca juga: Apakah Apple & Google Benar-benar Menghapus Palestina dari Peta?

Menurut laporan Jerusalem Post yang dilansir dari laman Simple Flying, Palestina Airlines telah mengumumkan bahwa mereka menutup layanan untuk selamanya.

Meski keputusan Kementerian Transportasi dan Komunikasi Palestina baru dibuat resmi, hal itu bukannya tidak terduga.

Dikabarkan dua Fooker F50 milik maskapai yang berusia 32 tahun sudah dijual pada bulan September, dan pemberitahuannya masih ada di situs web operator.

Baca juga: Bangkrut Akibat Pandemi Covid-19, Maskapai Penerbangan Thailand Kini Jual Gorengan

Baca juga: Apakah Masker Efektif Cegah Penularan Covid-19 di Pesawat? Ini Penjelasannya

Kedua pesawat tersebut, satu-satunya yang masih tersisa, dan masing-masing telah disewakan ke Niger Airlines sejak 2014 dan 2015.

Sementara, satu unit telah dikembalikan ke maskapai Palestina Airlines tetapi berlokasi di Amman, Yordania.

Perawatan pesawat SU-YAh dinilai terlalu mahal.

Baca juga: Fakta di Balik 100 Tahun Konflik Palestina-Israel

Sewa untuk pesawat yang masih menggunakan Niger Airlines, SU-YAI tidak diperpanjang karena krisis yang sedang berlangsung.

Awal Mula Didirikannya Palestina Airlines

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved