Lovelace, Perempuan Pertama yang Menjadi Programer Komputer

Jauh sebelum era Steve Jobs, Bill Gates, Mark Zuckerberg, Elon Musk dan masih banyak nama maskulin lainnya, seorang wanita bernama lovelace

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Jauh sebelum era Steve Jobs, Bill Gates, Mark Zuckerberg, Elon Musk dan masih banyak nama maskulin lainnya, seorang wanita bernama Lovelace mengmbangkan bahasa pemrograman. 

Pada masa itu, perempuan belum mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi hingga jenjang universitas. Para perempuan bangsawan seperti keluarga Lovelace, dididik secara privat.

Baca juga: Ini Dia, Orang Pertama yang Diangkat Sebagai PNS di Indonesia

Tertarik dunia teknik

Menginjak remaja, ketertarikan Lovelace terhadap dunia sastra mulai tumbuh meskipun sang Ibu berusaha menahannya.

Di usia 12 tahun, Lovelace juga mulai tertarik dengan dunia teknik mesin dan menulis buku bertajuk "Flyology", yang berisi rencana membuat peralatan terbang.

Ia tertarik dengan cara kerja mesin saat ia mendatangi mesin tenun Jacquard yang ditemukan pada 1801. Mesin tersebut memproduksi tekstil dengan pola anyaman.

Baca juga: Naning Utoyo, Perempuan Indonesia Jagoan Teknologi UX di Singapura

Alat tenun itu dikendalikan oleh kartu berlubang, di mana satu kartu mengendalikan satu baris tekstil yang ditenun. Apabila kartu dilubangi, benang tenun akan terangkat, tapi jika tidak dilubangi benang akan dilepaskan sendiri.

Dengan kata lain, kartu berlubang ibarat mengeluarkan instruksi ke mesin tenun. Di mata Ada, hal tersebut merupakan sebuah bahasa alias kode mesin.

Bertemu Charles Babbage sang Bapak Komputer

Titik terpenting karier Lovelace adalah ketika dirinya menghadiri sebuah acara yang diadakan oleh polimetik (ilmuwan lintas bidang), Charless Babbage yang kemudian dikenal sebagai Bapak Komputer.

Saat itu, usia Lovelace baru menginjak 17 tahun. Dalam acara tersebut, Babbage mendemonstrasikan mesin penghitung bernama Difference Engine yang sedang dikembangkannya.

Melihat demonstrasi itu, Lovelace yang memiliki ketertarikan terhadap angka dan bahasa, terpikat dengan cara yang berbeda. Di matanya, mesin hitung yang ditunjukan Babbage sangat indah.

Baca juga: Profil Presiden Pertama RI: Soekarno, Nama Aslinya Koesno

Ia pun meminta Babbage untuk menjadi mentornya. Kolaborasi bersama Babbage inilah yang kemudian membawa Lovelace menciptakan pemrograman komputer.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved