Apakah Apple & Google Benar-benar Menghapus Palestina dari Peta?

Apple Maps dan Google Maps hanya menujukan wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat. Namun tidak ada label untuk Palestina.

Editor: Geafry Necolsen
MaxPixel
Apple Maps dan Google Maps hanya menujukan wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat. Namun tidak ada label untuk Palestina. 

Apakah Apple & Google Benar-benar Menghapus Palestina dari Peta?

TRIBUNKALTIM.CO - Perusahaan raksasa Apple dan Google telah dituduh menghapus Palestina dari peta daring mereka. 

Melalui pencarian untuk Palestina di Apple Maps dan Google Maps hanya menujukan wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat. Namun tidak ada label untuk Palestina.

Menurut Independent, klaim bahwa Palestina dihapus dari peta mulanya berasal dari unggahan akun Instagram "Astagfirvlah" yang menuduh kedua perusahaan itu mengeluarkan Palestina secara resmi dari peta mereka.

Baca Juga: 

Efek Samping Vaksin Virus Corona Buatan Rusia, yang Siap Diluncurkan Bulan Agustus 2020

Ikut Jejak AS Jegal Huawei, China Balas Perlakuan Inggris dan Uni Eropa

Foto ini diambil pada 6 Juni 2019 menunjukkan penghalang pemisahan Israel yang kontroversial memisahkan kota Beit Jala di Tepi Barat dekat Betlehem dan Yerusalem.
AFP. Foto ini diambil pada 6 Juni 2019 menunjukkan penghalang pemisahan Israel yang kontroversial memisahkan kota Beit Jala di Tepi Barat dekat Betlehem dan Yerusalem.

Sejak itu, pembaruan telah ditambahkan ke unggahan, yang menyatakan bahwa itu berisi "informasi palsu".

Namun artikel berita dan posting di platform media sosial lainnya menyebabkan perusahaan teknologi itu dituduh mendukung pendudukan Israel.

Google telah mengganti nama kota-kota dan desa-desa Palestina dengan nama-nama Israel, sehingga memicu kekhawatiran bahwa mesin pencari itu menormalisasi rencana Israel mencaplok wilayah Tepi Barat sesuai rencana damai Presiden AS Donald Trump.

Kantor Berita Resmi Palestina melaporkan bahwa pengguna Twitter meluncurkan kampanye melawan Google dan Apple di bawah tagar #FreePalestine, karena mengabaikan fakta-fakta sejarah Palestina.

Baca Juga: 

Zoom Fatigue, Fenomena Kelelahan Setelah Melakukan Konferensi Video

Perusahaan China Uji Klinis Vaksin Virus Corona di Indonesia, Bakal Diproduksi Massal 2021

Menteri Luar Negeri dan Emigran Palestina, Riyad Al Maliki, pada laman gulfnews mengatakan ia mengirim pesan resmi kepada manajemen kedua perusahaan untuk memprotes penghapusan peta Palestina

"Menghapus nama negara Palestina di peta kedua perusahaan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional dan tunduk pada tekanan dan pemerasan Israel, dan jika mereka tidak menarik kembali, kami akan resor untuk mengajukan tuntutan hukum terhadap mereka." ucap Riyad Al Maliki

Dia menambahkan bahwa pekerjaan sedang dilakukan untuk menentukan badan hukum internasional yang akan didekati untuk mengajukan kasus terhadap kedua perusahaan.

Jika mereka bersikeras melanggar hukum internasional, Al Maliki yakin dapat dengan mudah mengadili kedua pejabat di perusahaan tersebut.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved