Sembuh dari Covid-19, 9.000 Orang India Terinfeksi Jamur Hitam

Infeksi jamur hitam sekarang menjadi lebih menantang daripada Covid-19. Jika pasien tidak dirawat tepat waktu dan tepat,

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Infeksi jamur hitam sekarang menjadi lebih menantang daripada Covid-19. Jika pasien tidak dirawat tepat waktu dan tepat, maka angka kematian bisa naik hingga 94 persen. 

TRIBUNKALTIM.CO - Hingga Minggu (23/5/2021), India telah melaporkan lebih dari 8.800 kasus infeksi jamur hitam yang mematikan.

Infeksi jamur langka yang disebut mukormikosis ini memiliki tingkat kematian 50 persen. Beberapa bisa diselamatkan hanya dengan operasi pengangkatan mata.

Menurut para dokter India, banyaknya kasus infeksi jamur hitam pada pasien Covid-19 tak lepas dari kaitannya dengan steroid, obat yang digunakan untuk Covid-19. Selain itu, penderita diabetes juga tinggi risiko mengidap mukormikosis.

Dilansir BBC, Minggu (23/5/2021), para dokter mengatakan serangan infeksi jamur hitam terjadi pada 12-18 hari setelah sembuh dari Covid-19.

Negara bagian barat Gujarat dan Maharashtra telah melaporkan lebih dari setengah kasus yang dilaporkan.

Setidaknya 15 negara bagian telah melaporkan antara delapan hingga 900 kasus.

Menyusul peningkatan kasus, 29 negara bagian India menyatakan penyakit itu sebagai epidemi.

"Bangsal yang baru dibuka untuk merawat pasien yang menderita mukormikosis penuh dengan cepat," kata dokter.

Misalnya saja di Rumah Sakit Maharaja Yeshwantrao yang dikelola pemerintah India.

Rumah sakit yang ada di pusat kota Indore, India ini merawat delapan pasien mukormikosis pada minggu lalu. Sabtu (22/5/2021) jumlah pasien melonjak menjadi 185 pasien.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved