Para Ahli Khawatir, Jaringan Seluler 5G Bisa Memicu Kecelakaan Penerbangan

Ini dikarenakan jaringan 5G dapat menganggu altimeter radar pesawat dan menyebabkan kecelakaan.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Seberapa besar risiko telepon genggam jika diaktifkan ketika pesawat terbang atau pun mendarat? 

TRIBUNKALTIM.COM - Para ahli di Amerika Serikat menyatakan kekhawatiran mereka akan penggunaan jaringan 5G yang dapat menyebabkan potensi kecelakan pesawat.

Ini dikarenakan jaringan 5G dapat menganggu altimeter radar pesawat dan menyebabkan kecelakaan.

Para ahli menyebutkan jaringan 5G yang menggunakan spektrum frekuensi 3,7 hingga 3,98 GHz dapat menganggu radar pesawat.

Baca juga: Ini Harga Paket Internet 5G Telkomsel

Dilansir dari laman news.com.au, Kamis (12/11/2020), Menurut Radio Technical Commision for Aeronautics (RTCA) yang memperingatkan Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika, operasi 5G pada frekiensi tersebut dapat menganggu altimeter radar pesawat-yang menggunakan frekuensi 4,2 hingga 4,4 GHz.

Baca juga: Bolehkah Melakukan Panggilan Telepon Saat di Pesawat?

Altimeter radar mengukur ketinggian pesawat di atas medan dan potensi risiko lainnya seperti gunung atau bangunan.

Dokumen yang dirilis oleh RTCA telah memperingatkan bahwa 5G bisa menjadi risiko besar bagi pesawat.

tribunnews
Cek sinyal ponsel (PC Advisor)

Laporan tersebut memperingatkan bahwa jaringan 5G dapat berdampak pada operasi penerbangan di pesawat terbang baik di AS maupun di seluruh dunia.

Dengan potensi kegagalan bencana yang menyebabkan banyak kematian, jika tidak ada mitigasi yang sesuai.

Baca juga: Telkomsel Resmi Gunakan Jaringan 5G, Ini Daerah yang Kebagian

RCTA menyatakan, “Hasil yang disajikan dalam laporan ini mengungkapkan risiko besar bahwa sistem telekomunikasi 5G di pita 3,7–3,98 GHz akan menyebabkan interferensi berbahaya pada altimeter radar pada semua jenis pesawat sipil - termasuk pesawat angkut komersial, bisnis, penerbangan regional, dan penerbangan umum; dan helikopter transportasi dan penerbangan umum. "

"Kegagalan sensor-sensor ini dapat menyebabkan insiden dengan hasil bencana," lanjutan isi laporan tersebut.

tribunnews
Ilustrasi pilot duduk di ruang kokpit, Rabu (19/8/2020). (Pixabay/StockSnap)

Mereka telah memperingatkan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian tentang masalah ini, baik dari industri penerbangan dan jaringan seluler.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved