Ratusan Pasien Covid-19 India Alami Mukormikosis, Infeksi Jamur Hitam Langka

Covid-19 yang melonjak di India bukan satu-satunya yang diperhatikan petugas medis. Kini, para dokter India juga mengkhawatirkan infeksi jamur yang ju

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Covid-19 yang melonjak di India bukan satu-satunya yang diperhatikan petugas medis. Kini, para dokter India juga mengkhawatirkan infeksi jamur yang jumlahnya meningkat. 

Ratusan Pasien Covid-19 India Alami Mukormikosis, Infeksi Jamur Hitam Langka

TRIBUNKALTIM.CO - Tsunami Covid-19 yang melonjak di India bukan satu-satunya yang diperhatikan petugas medis. Kini, para dokter India juga mengkhawatirkan infeksi jamur yang jumlahnya meningkat.

Infeksi jamur yang dikenal sebagai mukormikosis berpotensi fatal dan menyerang penderita atau penyintas Covid-19 di India.

Sebelum pandemi, kondisi mukormikosis di India memiliki angka kematian yang tinggi. Kini, jumlahnya bertambah.

Dilansir New York Times, Minggu (9/5/2021), mukormikosis disebabkan oleh jamur yang tumbuh subur di lingkungan basah.

Baca juga: Ahli WHO: Varian B.1.617 Dipastikan Picu Tsunami Covid-19 India

Infeksi yang disebabkan oleh jamur Mucormyeteini dapat menyerang saluran pernapasan, berpotensi mengikis struktur wajah, dan merusak otak.

Kondisi ini relatif jarang, tetapi dokter dan ahli medis mengatakan bahwa saat ini kasus mukormikosis menginfeksi beberapa pasien Covid-19 yang sistem kekebalannya lemah dan memiliki penyakit penyerta seperti diabetes. Kondisi yang membuat mereka semakin rentan.

Mengutip laman The Indian Express, ahli penyakit menular, dr. Rajeev Soman, mengungkapkan bahwa penyintas Covid-19 yang paling rentan mengalami penyakit mukormikosis adalah yang menjalani perawatan medis dengan steroid dan obat-obatan lain untuk mengurangi peradangan.

Selain daya tahan tubuh yang lemah, peningkatan kadar gula darah yang tinggi akibat steroid juga dapat meningkatkan risiko penyintas Covid-19 terserang penyakit mukormikosis. Obat-obatan yang digunakan untuk menangani Covid-19 berpotensi menekan sistem imun.

Selain itu, steroid memengaruhi kadar gula darah, terutama pada orang yang juga mengidap diabetes. Kondisi itulah yang diduga menjadi pemicu tumbuhnya jamur penyebab penyakit mukormikosis.

"Faktor lain, kemungkinan karena rumah sakit kewalahan dalam gelombang kedua pandemi, banyak keluarga mengobati sendiri dan menerapkan terapi oksigen di rumah tanpa kebersihan yang layak," kata para ahli.

Kasus mukormikosis pada pasien Covid-19 India

Di negara bagian barat Maharashtra, yang termasuk pusat komersial Mumbai dan telah sangat terpukul oleh pandemi, media lokal melaporkan ada sekitar 200 pasien yang telah pulih dari Covid-19 dirawat karena mukormikosis dan delapan di antaranya meninggal.

 

 

Di Gujarat, negara bagian barat utara Maharashtra, pemerintah negara bagian memerintahkan alokasi bangsal terpisah di rumah sakit untuk pengobatan infeksi.

Petugas medis di sana mengatakan telah memesan 5.000 dosis amfoterisin b, obat yang digunakan untuk mengobati mukormikosis.

Infeksi juga telah dilaporkan di rumah sakit di ibu kota negara India, New Delhi.

Pakar kesehatan terus memantau situasi ini.

"Kami telah mendengar bahwa di beberapa daerah, orang yang terinfeksi Covid-19 atau sudah sembuh (dari Covid-19) menderita mukormikosis, tetapi tidak terjadi wabah yang besar. Kami sedang mengawasi dan memantau,” kata Dr. V.K. Paul, yang memimpin gugus tugas Covid-19 India.

"Itu jamur yang punya kaitan kuat dengan diabetes,” tambahnya.

"Jika orang tersebut bukan penderita diabetes, sangat jarang orang tersebut mengalami mukormikosis."

Banyak negara berpenduduk sedikit memiliki persentase diabetes yang lebih tinggi, tetapi hanya satu - China, dengan populasi yang bahkan lebih besar dari 1,38 miliar di India - memiliki jumlah penderita diabetes yang lebih tinggi.

Di India, lebih dari 10 persen populasi orang dewasa mengidap diabetes, atau 77 juta orang.

China memiliki lebih dari 116 juta penderita diabetes dewasa, atau 9 persen, menurut Atlas Yayasan Diabetes Internasional 2019.

Dr. K. Srinath Reddy, yang memimpin Yayasan Kesehatan Masyarakat India, mengatakan sejumlah besar kasus mukormikosis yang dilaporkan baru-baru ini dialami pasien virus corona yang dirawat di rumah sakit dan yang telah dipulangkan setelah pemulihan mereka.

“Anda menggunakan steroid untuk mengurangi respons hiperimun, yang terdapat pada Covid-19,” kata Dr. Reddy. “Tapi steroid mengurangi resistensi terhadap infeksi lain.”


Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Geafry Necolsen


Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved