Ikan Buntal, Racunnya Lebih Mematikan dari Sianida

Saat kamu melihat spesies ikan buntal, kamu akan segera menyadari bahwa mereka tidak memiliki sisik khas yang dimiliki kebanyakan ikan. 

Editor: Geafry Necolsen
Kompas
Saat kamu melihat spesies ikan buntal, kamu akan segera menyadari bahwa mereka tidak memiliki sisik khas yang dimiliki kebanyakan ikan.  

Menariknya, sirip ekor ikan buntal bisa menyodorkan ikan ke depan dengan kecepatan tinggi saat dibutuhkan.

Ikan Buntal
Ikan Buntal (Brian Yurasits /Unsplash)

Semua spesies ikan buntal memiliki kemampuan bawaan untuk mengembang seperti balon ketika terancam, terganggu, atau untuk menghindari predator. 

Karena mereka tidak dapat berlari lebih cepat dari kebanyakan predator, mereka mengembang sendiri untuk mempersulit predator untuk menempel atau menelan mereka. 

Ketika ikan buntal merasa terancam atau bertemu dengan pemangsa, ia mengisi perut elastisnya dengan air atau udara dalam jumlah besar sampai ia mengembang sepenuhnya seperti balon. Jelas, begitulah ikan ini mendapatkan namanya — karena kemampuannya untuk "menggembung"!

Beracun

Bahkan jika pemangsa menangkap mereka sebelum mengembang, ikan buntal masih dapat menyerang dengan mencekik pemangsa, atau lebih buruk lagi, dengan meracuninya. 

Ikan buntal sangat beracun, yang merupakan pertahanan alami kedua mereka. 

Sebagian besar spesies ikan buntal mengandung zat beracun yang disebut tetrodotoxin, yang mematikan bagi predator.

Zat ini tidak diproduksi sendiri oleh ikan, melainkan disintesis oleh bakteri seperti Pseudomonas dan Actinomyces, yang ditemukan di habitat ikan buntal.

Sekarang inilah sesuatu yang akan membuat kamu terpana. 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved