Covid-19 di India, 400.000 Kasus Baru dan Hampir 4.000 Kematian dalam Sehari

Saat ini rumah sakit di India terus berjuang mencari tempat tidur dan oksigen sebagai tanggapan terhadap lonjakan infeksi.

Editor: Geafry Necolsen
ANTARA FOTO/REUTERS/AMIT DAVE
Saat ini rumah sakit di India terus berjuang mencari tempat tidur dan oksigen sebagai tanggapan terhadap lonjakan infeksi. 

Covid-19 di India, 400.000 Kasus Baru dan Hampir 4.000 Kematian dalam Sehari

TRIBUNKALTIM.CO - Tsunami virus corona di India semakin memburuk pada Kamis (6/5/2021). India melaporkan 412.000 kasus infeksi Covid-19 baru dan hampir 4.000 kematian dalam 24 jam.

Dilansir Washington Post, ahli epidemiologi percaya bahwa lonjakan India dapat mencapai 500.000 kasus sehari dalam beberapa minggu mendatang sebelum menurun.

Kondisi ini akan sangat berdampak pada sistem perawatan kesehatan yang terhuyung-huyung karena terlalu banyak pasien dan kekurangan pasokan penting seperti oksigen.

Diberitakan Global News, India mencatat 412.262 kasus Covid-19 baru dengan jumlah kematian mencapai 3.980 orang.

Data tersebut membuat total kasus Covid-19 di India mencapai lebih dari 21 juta kasus dan 230.168 orang di antaranya telah meninggal dunia.

Pemodelan pemerintah telah memperkirakan puncak infeksi gelombang kedua pada hari Rabu.

"Ini untuk sementara menghentikan spekulasi puncak," kata Rijo M John, seorang profesor di Institut Manajemen India di negara bagian selatan Kerala, dalam cuitannya di Twitter.

Saat ini rumah sakit di India terus berjuang mencari tempat tidur dan oksigen sebagai tanggapan terhadap lonjakan infeksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dalam laporan mingguan, India menyumbang hampir setengah dari kasus virus corona yang dilaporkan di seluruh dunia minggu lalu dan seperempat dari kematian.

Pakar medis mengatakan angka sebenarnya yang terjadi di India bisa 5-10 kali lipat lebih banyak dari penghitungan yang diberitakan media.

Krisis Covid-19 India yang paling akut di ibu kota, New Delhi, dibanding kota-kota lain.

Namun di daerah pedesaan - rumah bagi hampir 70 persen dari 1,3 miliar penduduk India - perawatan kesehatan publik yang terbatas menimbulkan lebih banyak tantangan.

"Situasi menjadi berbahaya di desa-desa," kata Suresh Kumar, koordinator lapangan Manav Sansadhan Evam Mahila Vikas Sansthan, sebuah badan amal hak asasi manusia.

Di beberapa desa di mana badan amal itu bekerja di negara bagian utara Uttar Pradesh - rumah bagi sekitar 200 juta orang -hampir setiap detik ada rumah yang kehilangan anggota keluarganya.

“Orang-orang ketakutan dan meringkuk di rumah mereka karena demam dan batuk. Gejalanya semuanya Covid-19, tetapi tanpa informasi yang tersedia, banyak yang mengira itu adalah flu musiman."

Negara bagian Goa di India, tujuan wisata yang sangat populer di pantai barat, memiliki tingkat infeksi Covid-19 tertinggi di negara itu.

"Dengan satu dari setiap dua orang dinyatakan positif dalam beberapa pekan terakhir," kata pejabat pemerintah.

Perdana Menteri Narendra Modi telah banyak dikritik karena tidak bertindak cepat untuk menekan gelombang kedua, setelah festival keagamaan dan demonstrasi politik menarik puluhan ribu orang dalam beberapa pekan terakhir dan menjadi momen super spreader.

Lonjakan infeksi juga bertepatan dengan penurunan drastis vaksinasi karena masalah pasokan dan pengiriman, meski India juga memproduksi vaksinnya sendiri.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved