Bahaya Mukormikosis, Infeksi Jamur Hitam yang Dialami Pasien Covid-19 di India

Mukormikosis adalah infeksi langka tetapi serius dan bisa berakibat fatal. Penyakit ini sering disebut sebagai infeksi jamur hitam.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Mukormikosis adalah infeksi langka tetapi serius dan bisa berakibat fatal. Penyakit ini sering disebut sebagai infeksi jamur hitam. 

Bahaya Mukormikosis, Infeksi Jamur Hitam yang Dialami Pasien Covid-19 di India

TRIBUNKALTIM.CO - Ratusan pasien dan penyintas Covid-19 di beberapa negara bagian India terdeteksi mengalami infeksi mukormikosis.

Mukormikosis adalah infeksi langka tetapi serius dan bisa berakibat fatal. Penyakit ini sering disebut sebagai infeksi jamur hitam.

Dilansir Indian Express, Senin (10/5/2021) penyakit ini sering bermanifestasi di kulit dan juga menyerang paru-paru dan otak.

Dengan sejumlah kasus mukormikosis terdeteksi di Delhi, Maharashtra dan Gujarat, para ahli di satuan tugas Covid-19 India pada Minggu (9/5/2021) mengeluarkan peringatan berbasis bukti tentang penyakit tersebut.

Terlebih, peningkatan kasus mukormikosis pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan penyintas Covid-19, membuat beberapa orang memerlukan tindakan pembedahan segera.

Mukormikosis, penyakit apa itu?

Meski jarang terjadi, mukormikosis adalah infeksi serius yang bisa berakibat fatal. Mukormikosis disebabkan oleh jamur mucormycetes yang secara alami hidup di lingkungan.

"Mukormikosis memengaruhi orang-orang yang sedang menjalani pengobatan dan sistem imun yang lemah," kata para ahli dari satgas Covid-19 India.

Setelah seseorang menghirup spora jamur mucormycetes yang ada di udara, jamur akan menyerang saluran pernapasan dan paru-paru.

Biasanya, mukormikosis tidak menjadi ancaman besar bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan yang sehat.

Gejala Mukormikosis

Ada beberapa gejala yang menunjukkan seseorang mungkin terinfeksi mukormikosis, yakni: nyeri dan kemerahan di sekitar mata atau hidung, disertai demam, sakit kepala, batuk, sesak napas, muntah berdarah, dan perubahan status mental.

Menurut anjuran, infeksi mukormikosis harus dicurigai bila ada:

  • Sinusitis - penyumbatan atau hidung tersumbat, keluarnya cairan dari hidung (kehitaman / berdarah);
  • Nyeri lokal pada tulang pipi, nyeri wajah satu sisi, mati rasa atau bengkak;
  • Perubahan warna kehitaman pada pangkal hidung;
  • Melonggarnya gigi, keterlibatan rahang;
  • Penglihatan kabur atau ganda dengan rasa sakit;
  • Trombosis, nekrosis, lesi kulit;
  • Nyeri dada, efusi pleura, gejala pernapasan memburuk.

 

 

Para ahli mengingatkan, tidak semua kasus hidung tersumbat adalah kasus sinusitis bakteri, terutama dalam konteks pasien imunosupresi dan pasien Covid-19 yang menggunakan imunomodulator.

"Jangan ragu untuk mencari investigasi agresif untuk mendeteksi infeksi jamur," saran ahli.

Pengobatan

Meski dokter meresepkan obat antijamur, pada akhirnya kasus mukormikosis mungkin memerlukan pembedahan.

Dokter mengatakan bahwa sangat penting untuk mengontrol diabetes, mengurangi penggunaan steroid, dan menghentikan obat imunomodulasi.

Untuk mempertahankan hidrasi sistemik yang adekuat, pengobatan termasuk infus saline normal (IV) sebelum infus amfoterisin B dan terapi antijamur, setidaknya selama 4-6 minggu.

Para ahli juga menekankan perlunya mengontrol hiperglikemia, dan memantau kadar glukosa darah setelah keluar dari rumah sakit setelah pengobatan Covid-19.

Selain itu, pasien Covid-19 juga harus menggunakan steroid dengan bijaksana, meliputi durasi pemakaian dan dosis yang tepat.

Penatalaksanaan pasien Covid dengan mukormikosis merupakan upaya tim yang melibatkan ahli mikrobiologi, spesialis penyakit dalam, ahli saraf intensivist, spesialis THT, dokter mata, dokter gigi, ahli bedah (maksilofasial / plastik) dan lain-lain.

 

Jenis operasi apa yang dibutuhkan?

Mucormycosis dapat menyebabkan hilangnya rahang atas dan terkadang bahkan mata.

“Pasien harus menerima kenyataan hilangnya fungsi karena rahang yang hilang - kesulitan mengunyah, menelan, estetika wajah dan kehilangan harga diri, kata dokter.

Baik itu mata atau rahang atas, ini dapat diganti dengan pengganti atau prostesis buatan yang sesuai. Sementara penggantian prostetik dari struktur wajah yang hilang dapat dimulai setelah pasien stabil setelah operasi, dokter penting untuk meyakinkannya tentang ketersediaan intervensi tersebut daripada membuatnya panik dengan kehilangan tak terduga yang tiba-tiba, menambah gangguan stres pasca-Covid yang sudah menjadi kenyataan,” kata Dr B Srinivasan, seorang prostodontis maksilofasial.

“Rekonstruksi prostetik dapat dilakukan setelah operasi, tetapi solusi sementara harus direncanakan bahkan sebelum operasi rahang untuk hasil jangka panjang yang lebih baik. Rekonstruksi prostetik dapat memastikan bahwa penyembuhannya tidak lebih mengerikan dari penyakit itu sendiri,” katanya

Pencegahan

Perlu diingat, penyakit mukormikosis langka. Namun, beberapa kelompok orang lebih rentan dibandingkan kelompok lainnya.

Orang yang berisiko lebih tinggi mengidap penyakit mukormikosis adalah pasien diabetes mellitus yang tidak terkontrol, imunosupresi oleh steroid, masa tinggal di ICU yang lama, dan komorbiditas pasca transplantasi atau terapi vorikonazol.

Para ahli menyarankan agar Anda menggunakan masker jika Anda mengunjungi lokasi konstruksi yang berdebu.

Kenakan sepatu, celana panjang, kemeja lengan panjang dan sarung tangan saat menyentuh tanah seperti berkebun, membersihkan lumut, atau membuat pupuk kandang.

Selain itu, menjaga kebersihan pribadi termasuk mandi lulur secara menyeluruh juga bisa mencegah mukormikosis.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved