Bakteri Tempe Tingkatkan Kesehatan dan Cegah Diare

Beberapa riset menunjukkan bahwa mengkonsumsi tempe secara rutin mungkin dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi sistem penc

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Beberapa riset menunjukkan bahwa mengkonsumsi tempe secara rutin mungkin dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi sistem pencernaan sehingga bisa mencegah diare. 

TRIBUNKALTIM.CO - TEMPE salah satu produk makanan super (superfood) lokal yang murah dan jadi makanan sehari-hari orang Indonesia menarik minat peneliti internasional.

Beberapa riset menunjukkan bahwa mengkonsumsi tempe secara rutin mungkin dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi sistem pencernaan sehingga bisa mencegah diare.

Riset saya menemukan bahwa jumlah bakteri pada tempe berkorelasi positif dengan kemampuan tempe dalam mencegah diare. Bakteri pada tempe, dengan jumlah dan kondisi tertentu memberikan manfaat kesehatan pada tempe.

Baca juga: Tahu dan Tempe Ternyata Cocok untuk Makanan Pendamping ASI

Bakteri pada tempe

Tempe adalah produk makanan yang terbuat dari fermentasi kacang-kacangan (kedelai) yang menggunakan jamur atau ragi tempe.

Penelitian di Indonesia yang berpusat pada pengembangan tempe sebagai produk makanan fungsional yang punya tambahan manfaat kesehatan sebagian besar fokus pada dua faktor utama, yaitu modifikasi bahan baku kacang kedelai atau optimalisasi ragi tempe.

Baca juga: Harganya Murah, Tapi Jangan Sepelekan Manfaat Tahu dan Tempe

Akan tetapi, satu faktor yang sangat berperan dalam fermentasi tempe, yakni bakteri yang ada pada tempe, kini mulai menjadi primadona utama dalam dunia riset mengingat perannya dalam meningkatkan manfaat kesehatan tempe.

Bakteri adalah mikroorganisme yang juga dapat ditemukan pada tempe. Populasi bakteri pada tempe didominasi oleh kelompok bakteri asam laktat, kelompok bakteri yang sama berperan dalam pembuatan yogurt dan keju.

Baca juga: Tempe yang Terbungkus Daun Pisang Berpotensi Membahayakan Tubuh, Ini Sebabnya

Walaupun demikian, beberapa jenis bakteri lain dapat ditemukan dan memiliki peranannya masing-masing.

Pada umumnya, jumlah bakteri pada tempe meningkat selama proses perendaman kedelai. Peningkatan jumlah bakteri asam laktat menyebabkan pengasaman kacang kedelai sehingga menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk.

Hal ini membantu untuk mencegah pembusukan kacang kedelai selama proses fermentasi.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved