Bagaimana Cara Virus Corona Memicu Sesak Napas yang Mematikan?

Sesak napas adalah salah satu dampak paling berbahaya dan ditakuti orang saat tertular Covid-19.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Sesak napas adalah salah satu dampak paling berbahaya dan ditakuti orang saat tertular Covid-19. 

Bagaimana Cara Virus Corona Memicu Sesak Napas yang Mematikan?

TRIBUNKALTIM.CO - Virus corona SARS-CoV-2 dapat mengakibatkan berbagai gejala fatal begitu virus masuk dan menyerang tubuh manusia.

Sesak napas adalah salah satu dampak paling berbahaya dan ditakuti orang saat tertular Covid-19.

Baca juga: Waspada Happy Hypoxia, Pasien Positif Virus Corona Meninggal Kekurangan Oksigen

Kesulitan bernapas, sesak napas, dan nyeri dada adalah tanda virus menyebar dengan cepat melalui saluran pernapasan.

Sesak napas sering juga menjadi tanda keparahan pasien Covid-19 yang mungkin memerlukan pertolongan medis darurat.

Baca juga: Di India, Orang-orang Sekarat dan Situasinya Tak Terkendali

Baca juga: Varian Virus Corona di India Disebut Bisa Lolos Tes PCR, Ini Kata Epidemiolog

Bagi beberapa orang, gejala sesak napas tergolong ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun kendati demikian, gejala sesak napas cederung meresahkan dan tidak nyaman.

Baca juga: Cara Merawat Pasien Covid-19 yang Harus Isolasi Mandiri di Rumah

Baca juga: Daftar Makanan yang Harus Dikonsumsi Pasien Covid-19

Sesak napas pada pasien Covid-19

Dilansir Times of India, Kamis (1/4/2021), intensitas dan sensasi sesak napas pada masing-masing pasien Covid-19 bisa berbeda.

Namun, kebanyakan orang yang positif Covid-19 dan mengalami sesak napas mengaku terus menerus merasa sesak atau terengah-engah setiap beberapa detik.

Dalam beberapa kasus, sesak napas juga menyulitkan orang untuk mengambil napas panjang dan menghela napas.

Baca juga: Varian Covid-19 India Masuk Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan?

Baca juga: Tsunami Covid-19 Hantam India, Langit Diselimuti Asap Pembakaran Jenazah

Kondisi ini dapat berubah menjadi sensasi sesak atau nyeri tiba-tiba, terutama saat dia mulai mencoba menarik napas dan menghembuskannya.

Diferensiasi paling mencengangkan untuk sesak napas pada kasus Covid-19 bisa jadi adalah keadaan Anda mengalami masalah.

Meskipun napas Anda sering terengah-engah saat melakukan aktivitas yang berat secara fisik, sesak napas dapat menyerang saat seseorang istirahat. Ini terjadi jika ada peradangan aktif yang disebabkan oleh virus.

Baca juga: dr Marie Thomas, Dokter Wanita Pertama di Indonesia

Baca juga: Pasien Covid-19 Pertama di Indonesia, Beberkan Kisahnya ke Media Inggris

Lantas, kenapa Covid-19 menyebabkan sesak napas?

Seperti kita tahu, Covid-19 memiliki berbagai macam gejala. Antara satu pasien dengan pasien lainnya, sangat mungkin memiliki gejala berbeda.

Nah, setiap gejala yang dialami pasien sangat bergantung pada cara virus menginfeksi organ vital Anda.

Sesak napas kerap ditemui jika terjadi peradangan dan gangguan pada fungsi paru-paru.

Saat virus corona SARS-CoV-2 menyerang jaringan dan lapisan paru-paru, virus dapat menyebar dengan cepat dan merusak saluran udara.

Sistem kekebalan tubuh akibat serangan virus juga melepaskan sel-sel yang menyebar bersamaan dengan peradangan, sehingga menyulitkan Anda untuk bernapas.

Baca juga: Indonesia Kebobolan Covid-19 India, Epidemiolog Khawatir

Baca juga: Tsunami Covid-19, Orang-orang Kaya di India Terbang Tinggalkan Negara dengan Jet Pribadi 

Sesak napas juga dapat mengganggu fungsi paru-paru dalam mengangkut nutrisi penting, cairan, dan yang terpenting suplai oksigen.

Kekurangan aliran oksigen bisa menyebabkan penumpukan racun yang dapat membawa komplikasi tambahan dan juga menyebabkan kejenuhan yang dapat memengaruhi aliran darah juga.

Semua faktor ini, melibatkan kesulitan bernapas dan menyebabkan gejala pernapasan lainnya.

Baca juga: Virus Nipah Pertama Kali Ditemukan di Pulau Kalimantan, Berpotensi Menjadi Pandemi

Baca juga: Tsunami Covid-19 di India Bisa Jadi Ancaman Global, Ini Sebabnya

Siapa yang lebih rentan alami sesak napas?

Sesak napas adalah gejala keparahan Covid-19 dan bisa menjadi indikator cepat peningkatan Covid-19 ringan menjadi berat.

Meski sebagian besar gejala sesak napas disebabkan oleh virus corona SARS-CoV-2 yang menyerang paru-paru dan bagian dada. Tapi orang yang memiliki kondisi kesehatan lain, lebih rentan untuk mengalami sesak napas.

Kondisi kesehatan lain yang dimaksud misalnya, tingkat BMI yang tinggi dan obesitas.

Kedua kondisi ini dapat menyebabkan beban ekstra di dada dan paru-paru, serta memberi tekanan lebih pada otot yang bertanggung jawab untuk melakukan fungsi pernapasan.

Pada Covid-19, tingkat peradangan dan sitokin yang tinggi juga dapat menimbulkan masalah.

Orang yang menderita gangguan pernapasan kronis, atau infeksi paru juga berisiko dua kali lipat.

Beberapa infeksi saluran pernapasan, seperti pneumonia, bronkitis, PPOK dapat menyebabkan banyak iritasi, yang membuat saluran udara menjadi sesak dan menyebabkan kesulitan bernapas.

Tanda membutuhkan perhatian medis

Karena pasien Covid-19 dengan kesulitan bernapas tidak mengalami masalah dengan cara yang sama, sulit untuk menunjukkan tanda-tanda perhatian yang kritis.

Ingatlah bahwa tidak semua komplikasi pernapasan akibat Covid-19 cenderung berakibat fatal. Meski demikian, penting untuk mengetahui kapan harus mencari bantuan.

Singkatnya, seseorang harus mempertimbangkan untuk mencari bantuan atau perhatian medis jika tanda dan gejala berikut dialami:

  • Mengalami nyeri di dada saat bernapas
  • Merasa tekanan terus-menerus, batuk saat bernapas
  • Warna pada bibir atau wajah berubah menjadi biru, ungu, atau pucat seluruh wajah
  • Saturasi oksigen
  • Napas bermasalah
  • Konfusi, kesulitan tetap terjaga
  • Terengah-engah setiap 2 detik
Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved