Sudah Dilarang Mudik, Kenapa Banyak Orang Nekat Pulang Kampung?

Mudik Lebaran adalah salah satu wujud tradisi yang telah membudaya dan sudah berlangsung secara turun temurun.

Editor: Geafry Necolsen
Antara Foto
Di hari raya terbesar umat Islam, biasanya semua kerabat dan sahabat yang merantau punya waKtu libur yang berbarengan. 

Namun, menurut Endang, bagi banyak orang, ritual sungkem kepada orang tua akan terasa kurang afdol, jika dilakukan secara daring. Oleh sebab itu, banyak orang yang meski sudah dilarang mudik, tetap nekat pulang kampung.

 

 

"Jika orang tua sudah tidak ada, tradisi 'nyekar' ke makam orang tua bisa jadi pengobat rindu. Walaupun sebenarnya nyekar juga bisa dilakukan kapan saja. Tapi lagi-lagi berbeda suasananya, jika dilakukan bersama keluarga di hari raya," papar Endang.

Lebih lanjut Endang menjelaskan bahwa sebagai masyarakat yang lebih bersifat komunal, kecenderungan untuk bertemu dengan seluruh keluarga besar bisa dianggap sebagai suatu hal yang wajar dan tidak bisa dihindari.

"Hal ini terlihat dari bagaimana, sebagian masyarakat masih ada yang gigih memaksa mudik, dengan mencari cara dan celah, walau telah dilarang mudik oleh Pemerintah," imbuh Endang.

Hal ini tampak pada sejumlah orang yang dipaksa putar balik kendaraan di berbagai ruas jalan utama jalur mudik.

Tak sedikit warga juga menggunakan beragam cara agar bisa mengelabui petugas untuk bisa tetap pulang kampung.

Dampak nekat pulang kampung

Lalu, apa dampak jika tetap nekat mudik di tengah pandemi Covid-19?

Pandemi virus corona, kata Endang, telah banyak mengubah bentuk hubungan interpersonal maupun komunikasi.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved