Sudah Dilarang Mudik, Kenapa Banyak Orang Nekat Pulang Kampung?

Mudik Lebaran adalah salah satu wujud tradisi yang telah membudaya dan sudah berlangsung secara turun temurun.

Editor: Geafry Necolsen
Antara Foto
Di hari raya terbesar umat Islam, biasanya semua kerabat dan sahabat yang merantau punya waKtu libur yang berbarengan. 

Sudah Dilarang Mudik, Kenapa Banyak Orang Nekat Pulang Kampung?

TRIBUNKALTIM.CO - Mudik Lebaran 2021 sudah dilarang pemerintah, berlaku 6-17 Mei, demi mencegah penularan Covid-19. Namun, kenapa masih banyak orang yang nekat pulang kampung?

Kendati sudah dilarang, fenomena nekat mudik ke kampung halaman tetap masih tampak di sejumlah titik jalur utama pemudik, terutama yang menempuh perjalanan darat, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Lantas, kenapa masih banyak orang nekat mudik meski sudah dilarang?

Menjawab hal ini, Pengamat Psikososial dan Budaya, Endang Mariani mengatakan bahwa fenomena mudik Lebaran adalah salah satu wujud tradisi yang telah membudaya dan sudah berlangsung secara turun temurun.

"Sebenarnya, mudik atau pulang kampung bisa dilakukan kapan saja. Tapi mudik saat Lebaran menjadi istimewa," kata Endang saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (8/5/2021).

Sebab, kata dia, di hari raya terbesar umat Islam, biasanya semua kerabat dan sahabat yang merantau punya waKtu libur yang berbarengan.

Sehingga, mereka bisa saling bertemu di kampung halaman atau pun pulang kampung bersama-sama.

"Satu hal yang biasanya tidak bisa dihindari adalah adanya dorongan yang sangat kuat untuk bertemu orang tua. Sungkem, kalau budaya Jawa, untuk memohon maaf dan doa," jelas Endang.

Di tengah pandemi Covid-19, tradisi ini masih dapat dilakukan secara virtual.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved