Tak Cukup Dijemur, Ini Alasan Mengapa Masker Kain Harus Dicuci Setiap Hari

Jangan pernah berbagi masker atau menyentuh masker orang lain tanpa mencuci tangan Anda secara menyeluruh.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Ilustrasi menjemur masker kain setelah dicuci. 

TRIBUNKALTIM.CO - Penyebaran virus corona antar manusia diketahui melalui droplet yang dikeluarkan oleh pasien Covid-19 dengan cara batuk, bersin, atau berbicara tanpa menggunakan masker.

Oleh karena itu, penggunaan masker oleh pasien Covid-19 maupun orang lain sangatlah penting agar terhindar dari penularan virus SARS-CoV-2 ini di samping tetap menerapkan protokol kesehatan lainnya, yakni menghindari kerumunan juga mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Salah satu cara untuk mencegah virus masuk dalam tubuh yakni dengan menggunakan masker kain minimal dua lapis.

Baca juga: Ahli Sarankan Pakai Masker 2 Lapis untuk Perlindungan Maksimal dari Virus Corona

Dalam keseharian, masker kain melekat di wajah kita, meskipun kita tertawa, bersin, atau tertawa.

Dilansir dari The Guardian, perusahaan riset pasar dan analitik data analitik internasional, YouGov mengungkapkan, sebanyak 15 persen orang Inggris sama sekali tidak mencuci masker kain.

Selain itu, sebagian dari mereka memilih masker sekali pakai yang kemudian dipakai kembali dengan cara menggunakan sisi sebaliknya.

Baca juga: Sempat Diredam, Mengapa Tsunami Covid-19 Bisa Terjadi di India?

Padahal, masker dirancang untuk menangkap droplet yang kita keluarkan dari mulut dan hidung kita.

Berikut sejumlah alasan pentingnya untuk mencuci masker kain setiap hari:

1. Masker terkontaminasi sejumlah mikroba

Ketika seseorang mengusap masker yang bekas pakai, maka ia akan menemukan berbagai bakteri, virus, dan jamur.

"Kemungkinan besar tidak berbahaya, tetapi Anda akan mendapatkan sesuatu yang serupa jika Anda mengambil sampel tangan, hidung, mulut atau banyak bagian tubuh Anda lainnya," ujar ahli penularan penyakit udara di Universitas Leeds, Inggris, Prof Cath Noakes.

Namun, penyebaran mikroba ini dikombinasikan dengan gesekan dan kelembapan yang terkait dengan penggunaan masker yang berkepanjangan.

Apabila diteruskan, tindakan ini akan memicu wabah "maskne".

Baca juga: Pemerintah India Bungkam Warganya yang Mengkritisi Penanganan Covid-19 yang Tak Terkendali

Wabah maskne adalah istilah umum yang diciptakan untuk menutupi semua jenis ruam wajah yang terkait dengan pemakaian masker, termasuk jerawat.

"Karena masker dapat menjadi vektor bakteri, jamur, dan virus, saya merekomendasikan untuk mencuci masker setiap hari, jika Anda memakainya setiap hari," ujar konsultan dermatologis di Rumah Sakit Highgate dan juru bicara British Skin Foundation, Dr Thivi Maruthappu.

Menurutnya, masker berbahan kain katun cenderung tidak menyebabkan gesekan dibandingkan serat sintetis seperti bahan poliester.

2. Risiko tertular Covid-19 dari masker kotor

Apabila Anda mengidap infeksi Covid-19, maka masker Anda akan sangat terkontaminasi virus corona dan kuman lainnya.

Masker Anda akan menimbulkan risiko bagi orang lain, jika Anda terus-terusan memakainya.

Oleh karena itu, jangan pernah berbagi masker atau menyentuh masker orang lain tanpa mencuci tangan Anda secara menyeluruh.

3. Membutuhkan wadah terpisah untuk menyimpan masker

Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah menyimpan masker dalam tas tangan atau saku, sebab tempat ini sering kali menjadi tempat kunci dan tangan kotor.

Kendati demikian, bisa saja ada risiko kecil bahwa masker Anda akan mencemari barang lain.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
4588 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved