Tsunami Covid-19 India Sebabkan 3.645 Kematian Sehari

Seperti diketahui, gelombang kasus Covid-19 di India akhir-akhir ini kembali meningkat, bahkan angka kasus baru di negara tersebut per hari di tanggal

Editor: Geafry Necolsen
Reuters
Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) membawa kayu untuk menyiapkan tiang pemakaman untuk korban penyakit virus corona (COVID-19) selama kremasi massal di krematorium di New Delhi, India, Senin (26/4/2021).(ANTARA FOTO/REUTERS/ADNAN ABIDI) 

TRIBUNKALTIM.CO - Para ahli menyampaikan ada banyak pelajaran yang bisa diambil oleh masyarakat Indonesia agar tidak terjadi gelombang kasus infeksi dan jumlah kematian yang tinggi akibat virus corona, seperti tsunami Covid-19 yang terjadi di India.

Seperti diketahui, gelombang kasus Covid-19 di India akhir-akhir ini kembali meningkat, bahkan angka kasus baru di negara tersebut per hari di tanggal 28 April 2021 mencapai 360.927 kasus infeksi baru.

Baca juga: Di India, Orang-orang Sekarat dan Situasinya Tak Terkendali

Baca juga: Varian Virus Corona di India Disebut Bisa Lolos Tes PCR, Ini Kata Epidemiolog

Sementara itu, kematian akibat Covid-19 di negara berpenduduk lebih dari 1,3 miliar jiwa itu, data per 28 April 2021 sekitar 3.645 orang meninggal dalam sehari.

Dengan jumlah yang sebanyak itu, tsunami Covid-19 di India ini membuat ratusan ribu pasien positif Covid-19 tidak bisa ditangani dengan baik karena fasilitas kesehatan yang sudah penuh dan terbatas.

Baca juga: Varian Covid-19 India Masuk Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan?

Baca juga: Tsunami Covid-19 Hantam India, Langit Diselimuti Asap Pembakaran Jenazah

Masyarakat bahkan menebang pepohonan di tengah kota, dijadikan kayu bakar untuk mengkremasi anggota keluarga mereka yang telah meninggal dunia akibat infeksi Covid-19.

Bahkan, tenaga medis dan tenaga kesehatan setempat sempat mengirimkan SOS atau sinyal permintaan tolong kepada sejumlah pihak lain yang berwenang di negara tersebut, untuk membantu mereka menyelamatkan masyarakat dan juga diri mereka.

Hingga akhirnya, pasukan militer juga dikerahkan untuk membantu mengatasi situasi tsunami Covid-19 di India yang semakin tidak terkendali.

Baca juga: Indonesia Kebobolan Covid-19 India, Epidemiolog Khawatir

Baca juga: Tsunami Covid-19, Orang-orang Kaya di India Terbang Tinggalkan Negara dengan Jet Pribadi 

Meski demikian, sampai sejauh ini peristiwa itu masih memprihatinkan bagi masyarakat di negara lainnya, yang sama-sama berjuang mengendalikan pandemi virus corona di negaranya.

Untuk mengetahui kondisi terkini sesungguhnya di negara India, dalam Dialog Produktif bertema Belajar dari India Tingkatkan Kepatuhan Prokes Sekarang Juga yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan di FMB9ID_IKP, Kamis (29/4/2021) hadir Mahasiswa Indonesia di India yaitu Agoes Aufiya.

Agoes menceritakan, dalam 24 jam terakhir informasi yang diperolehnya ketersediaan ruang ICU Covid-19 di New Delhi dilaporkan hanya tersisa 18 ICU saja dari 4.821 kamar yang ada.

Hal ini jelas tidak akan cukup untuk mengatasi tsunami Covid-19 dengan kasus aktif di India yang mencapai lebih dari 3,3 juta kasus baru dan dengan kematian rata-rata sekitar 3.000 kasus per harinya.

Baca juga: Tsunami Covid-19 di India Bisa Jadi Ancaman Global, Ini Sebabnya

 

Menurut Agoes, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New Delhi telah memberikan imbauan kepada WNI yang berada di India untuk tetap di rumah saja, tetap mematuhi protokol kesehatan, dan memenuhi pasokan logistik agar tidak keluar rumah kalau tidak perlu.

KBRI dan KJRI Mumbai memberikan nomor telepon darurat apabila ada WNI yang memerlukan bantuan atau asistensi untuk saat ini.

Saat ini, New Delhi memasuki masa lockdown fase kedua yang sudah diperpanjang.

Lockdown sebelumnya dilakukan pada 20-26 April. Kini diperpanjang 27 April sampai 3 Mei 2021. Untuk keluar rumah ke tempat yang lebih jauh, perlu menggunakan izin tertentu dari pemerintah India,” ujar Agoes.

Apa yang bisa Indonesia pelajari dari tsunami Covid-19 di India?

Ahli Virologi Universitas Udayana Bali, Prof Dr Drh I Gusti Ngurah Kade Mahardika dalam kesempatan yang sama mengatakan, kita harus melakukan berbagai upaya untuk mencegah kejadian serupa agar tidak terjadi di Indonesia.

"Pelajaran yang harus kita pegang dari kejadian di India adalah begitu kasus Covid-19 meningkat, maka diikuti oleh meningkatnya fatalitas atau angka kematian," kata Mahardika.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
4575 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved