Orang-orang Kaya Rela Bayar Miliaran untuk Terbang Tinggalkan India, yang Diterjang Covid-19 

Orang-orang kaya di India rela membayar ratusan juta rupiah hingga miliaran untuk melarikan diri karena tingginya kasus infeksi virus corona harian di

Editor: Geafry Necolsen
SAM PANTHAKY / AFP
ILUSTRASI Penumpang pesawat di Bandara. Penumpang berjalan dengan barang bawaan mereka saat tiba di Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel 

TRIBUNNEWS.COM - Orang-orang kaya di India rela membayar ratusan juta rupiah hingga miliaran untuk melarikan diri karena tingginya kasus infeksi virus corona harian di negara itu.

Banyak yang lari ke luar negeri, bahkan ada beberapa warrga negara India yang masuk ke Indonesia, meski sedang dalam proses deportasi.

Baca juga: Mafia di Bandara Soekarno-Hatta, Loloskan Penumpang dari Luar Negeri Tanpa Karantina

Seperti dilansir Insider, dalam seminggu terakhir, India telah menjadi pusat penularan baru virus corona.

Kasus Covid-19 telah membanjiri sistem perawatan kesehatan dan krematorium negara itu. Kondisi diperparah dengan kurangnya pasokan oksigen.

Pada Minggu (25/4/2021), pejabat kesehatan masyarakat melaporkan 349.691 kasus Covid-19 baru di negara itu, menurut Sky News.

Baca juga: Indonesia Kebobolan Covid-19 India, Epidemiolog Khawatir

Mereka juga melaporkan adanya 2.767 kematian, rekor harian lainnya.

Beberapa negara bahkan mengumumkan akan menerapkan pembatasan perjalanan pada pengunjung dari India.

Lonjakan kasus itu mendorong orang-orang kaya India untuk membayar ribuan dollar untuk penerbangan menit terakhir dan jet pribadi saat pembatasan perjalanan diberlakukan.

Dilaporkan salah satu tujuan populer adalah Uni Emirat Arab, yang tidak jauh dari India dan biasanya ada ratusan penerbangan ke sana.

Baca juga: 117 Kematian Per Jam, India Tebang Pohon-pohon di Taman Kota untuk Bakar Jenazah Korban Covid-19

Namun, Minggu ini UEA mengumumkan larangan masuk pelancong dari India selama 10 hari dari 25 April, menurut Gulf News.

Seorang juru bicara perusahaan charter Air Charter Service India mengatakan kepada AFP bahwa jumlah minat terhadap jet pribadi "benar-benar gila".

"Kami memiliki 12 penerbangan menuju Dubai besok dan setiap penerbangan benar-benar penuh," kata juru bicara itu Jumat (23/4/2021), menurut The Economic Times.

Baca juga: Covid-19 di India Mengganas, Krematorium Kehabisan Tempat Bakar Jenazah

Penyedia jet pribadi lainnya, Enthrall Aviation, mengatakan pihaknya telah kewalahan dengan ratusan pertanyaan selama beberapa hari terakhir.

"Kami telah meminta lebih banyak pesawat dari luar negeri untuk memenuhi permintaan."

"Biayanya $ 38.000 (Rp550 juta) untuk menyewa jet dengan 13 tempat duduk dari Mumbai ke Dubai dan $ 31.000 (Rp448 juta) untuk menyewa pesawat dengan enam tempat duduk," kata juru bicara Enthrall Aviation, menurut The Economic Times.

Baca juga: Tsunami Covid-19 Hantam India, Langit Diselimuti Asap Pembakaran Jenazah

"Orang-orang membuat kelompok sendiri dan mengatur pembagian tempat duduk di jet pribadi."

"Kami memiliki beberapa permintaan untuk ke Thailand tetapi sebagian besar permintaan adalah ke Dubai," tambah mereka.

Penumpang berjalan dengan barang bawaan mereka saat tiba di Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel saat penerbangan domestik dilanjutkan setelah pemerintah melonggarkan lockdown, di Ahmedabad, India pada 25 Mei 2020.
Penumpang berjalan dengan barang bawaan mereka saat tiba di Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel saat penerbangan domestik dilanjutkan setelah pemerintah melonggarkan lockdown, di Ahmedabad, India pada 25 Mei 2020. (SAM PANTHAKY / AFP)

Menurut Sunday Times, setidaknya 8 jet pribadi diterbangkan ke Inggris dari India dalam 24 jam terakhir karena Inggris menerapkan larangan perjalanannya sendiri di negara itu.

Dilaporkan bahwa jet pribadi mungkin berharga lebih dari $ 138.000 (Rp1,9 miliar) untuk disewa untuk penerbangan sembilan jam.

Halaman selanjutnya

Sementara ini, India tengah ...

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
4577 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved