Masyarakat Indonesia Galang Dana untuk Beli Kapal Selam Baru, Berapa Harga 1 Unitnya?

Mereka menghimpun dana untuk membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala-402 sebagai wujud cinta terhadap Tanah Air.

Editor: Geafry Necolsen
AP
Lebih dari 60 kapal selam tipe ini telah dijual ke berbagai negara, seperti Argentina, Brasil, Chili, Kolombia, Yunani, India, Israel, Korea Selatan, Turki dan Indonesia. 

Masyarakat Indonesia Galang Dana untuk Beli Kapal Selam Baru, Berapa Harga 1 Unitnya?

TRIBUNKALTIM.CO - Indonesia kehilangan satu kapal selam, KRI Nanggala-402 yang dinyatakan tenggelam.

Sebagaimana diketahui, hanya terdapat 5 unit kapal selam di daftar aset alat utama sistem pertahanan negara (alutsista).

Jumlah itu berkurang menjadi 4 kapal, pasca-KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam.

Gerakan penggalangan dana untuk membeli kapal selam baru pun muncul dari masyarakat.

Baca juga: Ini Penampakan Kapal Selam Buatan Indonesia, Mulai Digunakan TNI Angkatan Laut

Sebagaimana yang dilakukan oleh anak-anak Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Selasa (27/4/2021) lalu.

Mereka menghimpun dana untuk membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala-402 sebagai wujud cinta terhadap Tanah Air.

Postingan itu semakin viral setelah direpost oleh Ustadz Abdul Somad melalui akun Instagramnya, @ustadzabdulsomad_official.

Dalam satu hari, donasi yang sudah terkumpul diketahui sebesar Rp 300 juta.

Baca juga: 5 Harga Kapal Selam Perang Termahal di Dunia 

Baca juga: Dirancang untuk Sulit Dideteksi, Lalu Bagaimana Cara Mencari Kapal Selam yang Hilang?

Lantas, berapakah uang yang harus dikeluarkan untuk membeli satu buah kapal selam baru?

Kapal selam tipe U-209

Kapal selam KRI Nanggala-402 adalah kapal selam serang bermotor diesel-listrik tipe U-209 buatan Jerman.

Kapal selam itu diproduksi tahun 1978 di galangan Howaldtswerke-Deutsche Werft di Kiel, dipesan Indonesia tahun 1979 dan diserahkan ke Indonesia pada 1981.

Melansir Naval Today, kapal ini dikembangkan pada 1960-an untuk menggantikan kapal selam era Perang Dunia II.

Lebih dari 60 kapal selam tipe ini telah dijual ke berbagai negara, seperti Argentina, Brasil, Chili, Kolombia, Yunani, India, Israel, Korea Selatan, Turki dan Indonesia.

Baca juga: Tekanan Hidrostatis, Alasan Mengapa Awak KRI Nanggala Tidak Mencoba Keluar Saat Kapal Tenggelam

Pada 2015, Mesir membeli kapal selam tipe U-209 dari Jerman.

Melansir Madamasr.com, Mesir tidak menyebutkan total harga pembelian kapal ini.

Akan tetapi, media Jerman sebelumnya melaporkan bahwa harga dua kapal selam U-209 dan sistem pertahanan rudal yang menyertainya menghabiskan uang sebesar 920 juta Euro atau setara dengan Rp 16 Triliun.

Kapal produksi Indonesia

Alih-alih membeli kapal selam yang diproduksi negara lain, jauh hari pemerintah telah berupaya memproduksi kapal di dalam negeri.

Melalui PT PAL Indonesia (Persero), Indonesia telah mampu memproduksi kapal selam jenis Chang Bogo Class.

Jenis kapal selam ini adalah versi lisensi Korea Selatan dari tipe 209-1200 Jerman.

Melansir Naval Technology, kapal selam ini dikembangkan bersama Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co., Ltd (DSME) dari Korea Selatan.

Baca juga: Bersiap Hadapi China, Taiwan Bikin Armada Pembunuh Kapal Induk

Pada Desember 2011, DSME menandatangani kontrak pembuatan kapa sebesar 1,02 miliar dollar.

Kapal selam ini dirancang untuk melakukan operasi dengan tingkat kebisingan rendah.

Setiap kapal selam dilengkapi dengan sistem otomatis, untuk mengurangi beban kerja awak kapal.

Panjang kapal ini adalah 56 meter dan dapat menampung 33 awak kapal.

Sejauh ini, telah diproduksi sebanyak 3 unit untuk armada TNI AL.

Praktis, TNI AL hanya memiliki 4 unit kapal selam aktif setelah musibah KRI Nanggala-402.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved