Di India, Orang-orang Sekarat dan Situasinya Tak Terkendali

Lonjakan kasus covid-19 ini tentu membuat kebutuhan layanan kesehatan membeludak. Dokter dan tenaga kesehatan kewalahan.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Terdapat 352.991 kasus baru dalam satu hari terakhir, sehingga kasus total di India telah melampaui 17 juta. 

Lonjakan kasus covid-19 ini tentu membuat kebutuhan layanan kesehatan membeludak. Dokter dan tenaga kesehatan kewalahan.

TRIBUNKALTIM.CO - India tengah jadi sorotan dunia karena mengalami gelombang kasus Covid-19 parah dalam beberapa pekan terakhir. 

Tercatat, pada Kamis (22/4/2021), India melaporkan kasus harian Covid-19 sebanyak 314.835 kasus.

Baca juga: Tradisi Mengerikan di India Bunuh Para Orangtua karena Desakan Ekonomi, Polisi Tutup Mata

Lonjakan ini tentu membuat kebutuhan layanan kesehatan membeludak. Dokter dan tenaga kesehatan kewalahan.

Inilah kesaksian para dokter di India yang berjuang melawan tsunami Covid-19.

Baca juga: Kengerian Tsunami Covid-19 yang Hantam India, Sampai Kremasi Massal

Kondisi di Rajkot

Rajkot merupakan salah satu kota yang disebut-sebut paling parah terkena dampak pandemi gelombang kedua di India.

Melansir Straits Times, Minggu (25/4/2021), saat koran lokal mengabarkan 285 orang yang meninggal karena Covid-19 minggu lalu, seorang spesialis perawatan intensif di sebuah rumah sakit swasta di Rajkot, Dr. Vivek Jivani mengatakan bahwa 3 dari mereka adalah pasiennya.

Untuk menahan ketidakberdayaan dan kecemasan, Jivani menyediakan waktu untuk doa 10 menit setiap pagi.

"Orang-orang sekarat karena keadaan yang tidak dapat saya kendalikan, tetapi tetap saja, setiap kali pasien meninggal di jam tangan saya, saya berkata pada diri sendiri, berusaha lebih keras untuk orang berikutnya," kata Dr Jivani. 

Baca juga: India Berlakukan Embargo Vaksin, Suplai ke Indonesia Dikhawatirkan Tidak Lancar

Seperti Perang Dunia II

Profesional medis di seluruh India menyebutkan kata yang berulang ketika bicara tentang gelombang kedua Covid-19 di India.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved