Setelah Diterjang Siklon Seroja, Muncul Danau Baru di NTT

Seluruh tanaman pertanian seperti jagung, kacang, buncis, dan kelapa yang siap panen tenggelam dalam danau yang baru terbentuk itu.

Antara Foto
Seluruh tanaman pertanian seperti jagung, kacang, buncis, dan kelapa yang siap panen tenggelam dalam danau yang baru terbentuk itu. 

TRIBUNKALTIM.CO — Sebuah danau muncul dengan luas dua hektar di daerah Tankolo, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Setelah siklon seroja melanda pada empat sampai lima April lalu.

"Danau ini mulai terbentuk saat badai siklon tropis seroja melanda daerah ini," kata seorang warga Kelurahan Sikumana bernama Hendrik Lasa.

"Pada Senin pagi - 5 April 2021 - kami melihat air semakin meluas dan menggenangi seluruh lahan pertanian milik petani. Luasa genangan air semakin luas," katanya di Antara.

Baca juga: Kenapa Banjir di Indonesia Menjadi Lebih Sering dan Semakin Parah?

Baca juga: Banyak di Kalimantan & Sumatera, Jokowi Keluarkan Limbah Batu Bara & Sawit dari Kategori Berbahaya

Sebelum jadi danau, warga menggunakan lahan itu sebagai lahan pertanian palawija.

Saat ini seluruh tanaman pertanian seperti jagung, kacang, buncis, dan kelapa yang siap panen tenggelam dalam danau yang baru terbentuk itu.

Hendirk yang tinggal selama puluhan tahun merasa bahwa belum pernah terjadi kejadian seperti ini.

Baca juga: Mengapa Indonesia Semakin Sering Diguncang Gempa?

Baca juga: Peta Baru Ungkap Lahan Sawit Terluas di Asia Tenggara Ada di Sumatra dan Kalimantan

"Kejadian ini baru pertama kali terjadi sehingga kami sangat khawatir akan munculnya bencana baru karena ketinggian air terus bertambah," katanya.

Tinggi air terus bertambah seiring mata air yang bermunculan di daerah itu semakin banyak jumlahnya. 

 

"Ada belasan sumber mata air baru yang muncul di sekitar danau ini sehingga ketinggian air terus bertambah," kata Hendrik. 

Baca juga: Kenapa Meteorit Sering Jatuh di Indonesia Akhir-akhir Ini?

Baca juga: Studi Terbaru: Lumpur Lapindo Sumber Emisi Gas Metana Terbesar di Bumi

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved