Beredar Vaksin Palsu Covid-19 dan Kejahatan Pandemi Lainnya

Interpol telah memberi orange notice atau peringatan oranye, untuk mewaspadai tindakan kriminal yang berkaitan dengan vaksin Covid-19.

istimewa
Interpol telah memberi orange notice atau peringatan oranye, untuk mewaspadai tindakan kriminal yang berkaitan dengan vaksin Covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO - Organisasi Kepolisian Internasional (Interpol) memberi tanggapan terkait adanya jaringan kriminal yang memproduksi vaksin palsu Covid-19.

Interpol telah memberi orange notice atau peringatan oranye, untuk mewaspadai tindakan kriminal yang berkaitan dengan vaksin Covid-19.

Sekretaris Jenderal Interpol, Jürgen Stock mengatakan bahwa penjahat akan menargetkan distribsusi vaksin.

Baca juga: Awas Masker Palsu, 3 Tips Agar Tidak Tertipu

Baca juga: Dikira Palsu, Kaligrafi Mao Zedong Senilai Rp 4 Triliun Disobek-sobek

"Mengikuti peringatan kami bahwa penjahat akan menargetkan distribusi vaksin Covid-19, baik secara online maupun offline, Interpol terus memberikan dukungan penuh kepada otoritas nasional yang bekerja untuk melindungi kesehatan dan keselamatan warganya," kata Stock, di laman resmi Interpol.

Vaksin palsu di Afrika Selatan

Otoritas Afrika Selatan telah menyita ratusan vaksin Covid-19 palsu.

Sekitar 400 ampul atau setara dengan sekitar 2.400 dosis yang mengandung vaksin palsu, ditemukan di sebuah gudang di Germiston, Gauteng, Afrika Selatan.

Di tempat yang sama, sebelumnya petugas juga menemukan sejumlah besar masker 3M palsu.

Otoritas Afrika Selatan pun telah menangkap tiga warga negara China dan seorang warga negara Zambia.

"Sejak Covid-19 mencapai pantai Afrika Selatan, pemerintah telah mengadopsi pendekatan penegakan hukum multi-disiplin yang terintegrasi,” kata Juru Bicara Nasional Kepolisian Afrika Selatan, Brigadir Vish Naidoo.

Kasus vasin palsu di China

Vaksin palsu Covid-19 juga ditemukan di China. Polisi berhasil mengidentifikasi jaringan yang menjual vaksin palsu ini dan menggerebek tempat pembuatannya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved