Sejarah

Kawat Gigi, Metode Merapikan Gigi yang Sudah Ada sejak Ribuan Tahun Lalu

Sejarah kawat gigi sebagai metode merapikan gigi ternyata telah ada sejak ribuan tahun lalu.

Istimewa
Sejarah kawat gigi sebagai metode merapikan gigi ternyata telah ada sejak ribuan tahun lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kawat gigi biasa digunakan untuk memperbaiki bentuk gigi yang tidak rata atau posisi rahang yang tidak normal. Sejarah kawat gigi sebagai metode merapikan gigi ternyata telah ada sejak ribuan tahun lalu.

Pada masa lalu, bahan yang digunakan untuk kawat gigi ini beragam, di antaranya kawat gigi keramik dan kawat gigi stainless steel atau logam.

Perkembangan penggunaan kawat gigi semakin menjadi tren, bahkan hingga masa kini.

Kawat gigi semakin banyak digunakan oleh berbagai kalangan dari anak muda dan segala usia yang menginginkan estetika bentuk gigi yang rapi. Di masa kini, kawat gigi juga lebih dikenal sebagai "behel", dan berkembang dengan berbagai varian bentuk.

Namun, tahukah Anda bahwa ternyata metode untuk meluruskan gigi telah direnungkan ribuan tahun lalu oleh berbagai tokoh sejarah, seperti Hipokrates dan Aristoteles, sekitar 400-500 SM silam.

Melansir News Medical, Selasa (26/2/2019), sebuah makam Romawi di Mesir menemukan penggunaan kawat emas sebagai pengikat gigi dan diyakini oleh para ahli menjadi kawat pengikat gigi pertama dan telah terdokumentasikan.

Sejarah mengungkapkan bahwa berbagai bahan telah digunakan sebagai kawat gigi, seperti bahan dari logam emas, platina, perak, baja, karet, vulcanite, kayu, gading, seng tembaga, dan kuningan.

Namun faktanya, meskipun penemuan kawat gigi sebagai metode meluruskan gigi ini sudah ada sejak lama, belum ada perkembangan secara nyata atau kemajuan besar dalam teknik sampai akhir abad ke-18.

Perkembangan kawat gigi pada tahun 1728, tercatat dalam buku seorang dokter gigi dari Perancis bernama Pierre Fauchard. Dalam bukunya berjudul The Surgeon Dentist, berisikan tentang metode yang digunakan dalam merapikan gigi.

Kemudian, pada 1757 Ettiennne Bourdet mengembangkan karya buku aslinya dengan judul The Dentist’s Art yang juga membahas metode dan perangkat yang digunakan untuk penyelarasan gigi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved