Seberapa Banyak Porsi Makan Nasi untuk Sarapan?

Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh untuk berfungsi normal. Pilih lah, karbohidrat yang kompleks seperti makanan pokok.

Editor: Geafry Necolsen
net
Ilustrasi: Makan nasi 

Seberapa Banyak Porsi Makan Nasi untuk Sarapan?

TRIBUNKALTIM.CO - Banyak orang yang menghindari makan nasi atau karbohidrat lainnya ketika sarapan pagi.

Bahkan, ada yang sampai sengaja melewatkan sarapan. Sebagian besar alasannya adalah karena sedang diet. Tetapi, apakah tidak makan nasi saat sarapan bisa bikin berat badan turun?

Tidak makan nasi saat sarapan bikin cepat lemas

Sebenarnya, Anda tak melulu harus makan nasi di setiap waktu makan, termasuk saat sarapan. Anda dapat menggantinya dengan jenis karbohidrat lain, seperti misalnya kentang, roti, bihun, ubi, dan berbagai makanan pokok lainnya.

Baca juga: Sayang Kalau Dibuang, Ini 4 Manfaat Ampas Teh 

Baca juga: Jangan Dibuang, Berikut 8 Manfaat Ampas Kopi

Tetapi bila Anda benar-benar menghindari makan semua jenis karbohidrat saat sarapan, maka bukannya diet jadi berhasil, malah Anda akan merasa kelelahan dan tidak enak badan sepanjang hari.

Pasalnya, karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh untuk berfungsi normal. jika Anda membiarkan tubuh berpuasa karbohidrat semenjak pagi hari – apalagi setelah semalaman perut kosong – maka tubuh tidak akan dapat energi untuk beraktivitas secara optimal.

Baca juga: Cuci Handuk Seminggu Sekali, Kalau Tidak, Ini yang akan Terjadi

Kekurangan asupan karbohidrat meningkatkan risiko ketoasidosis yang berbahaya
Banyak yang berkilah bahwa tak perlu-perlu amat makan karbo saat sedang diet karena toh kita masih punya energi cadangan dari lemak tubuh.

Ini ada benarnya.

Ketika Anda tidak melewatkan asupan karbohidrat yang merupakan sumber energi utama, tubuh akan langsung mengambil lemak-lemak cadangan.

Sebagian orang menganggap bahwa hal ini adalah hal baik dan dapat membuat tumpukan lemak berkurang.

Baca juga: Hati-hati & Kenali 4 Tanda Kebocoran Tabung Gas Elpiji

Baca juga: Apa yang Kamu Lakukan Saat Bangun Tidur, Sarapan atau Mandi Dulu?

Tetapi, sayangnya proses ini akan menghasilkan zat yang dinamakan dengan keton. Zat ini akan otomatis dihasilkan tubuh ketika tubuh tak mendapatkan gula dari makanan.

Saat tubuh terlalu banyak menghasilkan keton, darah Anda akan menjadi asam kemudian terjadi ketoasidosis. Kondisi ini akan menimbulkan berbagai gejala seperti:

  1. Merasa harus terus
  2. Kelelahan
  3. Pusing
  4. Buang air kecil terus-terusan

Jadi, jangan menghindari makan nasi atau karbohidrat lainnya ketika sarapan, sebab tubuh Anda membutuhkannya untuk menghasilkan energi.

Berapa banyak porsi karbohidrat yang sebaiknya dimakan saat sarapan?
Pada orang yang sehat, total kebutuhan karbohidrat dalam sehari yaitu sekitar 45-60% dari kebutuhan kalori total.

Sementara, untuk sarapan Anda bisa mengambil jatah 20%-nya. Jadi begini, misalnya saja kebutuhan kalori Anda dalam sehari sebesar 2000 kalori, maka Anda memerlukan 900-1200 kalori dari karbohidrat. Atau setara dengan 225-300 gram karbohidrat.

Baca juga: 7 Manfaat Cuka, Bisa untuk Mencuci Pakaian Hingga Membersihkan Mesin Cuci

Baca juga: Cara Halus Mengusir Tamu yang Tidak Diinginkan di Rumahmu 

Maka, ketika sarapan porsi karbohidrat yang Anda konsumsi adalah 20% dari 225-300 gram, yaitu 45-60 gram karbohidrat. Kebutuhan karbohidrat itu setara dengan setengah hingga satu porsi nasi, atau dua helai roti tawar.

Jadi, jangan takut gendut atau berat badan naik. jika memang Anda makan nasi atau karbohidrat lainnya sesuai dengan kebutuhan, maka berat badan Anda akan stabil.

Jangan lupa juga, untuk mengonsumsi jenis karbohidrat yang tepat. Pilih lah, karbohidrat yang kompleks seperti makanan pokok dan hindari karbohidrat seperti gula yang tidak akan membuat Anda kenyang.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved