Minum Kopi Sebelum Olahraga bisa Bakar Lebih Banyak Lemak

Penelitian di Spanyol mengungkapkan bahwa dengan minum kopi sebelum olahraga dapat memaksimalkan pembakaran lemak tubuh.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Penelitian di Spanyol mengungkapkan bahwa dengan minum kopi sebelum olahraga dapat memaksimalkan pembakaran lemak tubuh. 

TRIBUNKALTIM.CO - Penelitian di Spanyol mengungkapkan bahwa dengan minum kopi sebelum olahraga dapat memaksimalkan pembakaran lemak tubuh.

Dilansir dari Science Alert, Senin (29/3/2021) para peneliti menemukan bahwa dalam 3 mg kafein per kilogram berat badan, atau sekitar setengah dosis kafein tunggal, dapat meningkatkan laju pembakaran lemak selama latihan aerobik.

Studi tentang manfaat kafein dan olahraga ini berdasarkan pada hasil data yang dikumpulkan pada sekitar 15 relawan laki-laki.

Dosis kopi terbukti meningkatkan laju oksidasi lemak maksimal (MFO), yakni ukuran seberapa efisien tubuh membakar lemak. Laju oksidasi lemas saat berolahraga, rata-rata 10,8 persen di pagi hari dan 29 persen pada sore hari.

Baca juga: Kopi Juga Mengandung Vitamin, Ini 5 Manfaatnya untuk Kesehatan

Temuan ini juga memperkuat bukti tentang MFO, bahwa ternyata laju pembakaran lemak di pagi hari lebih rendah dibandingkan pada sore hari.

"Rekomendasi untuk berolahraga saat perut kosong di pagi hari untuk meningkatkan oksidasi lemak adalah hal yang biasa," kata ahli fisiologi Francisco José Amaro-Gahete dari Universitas Granada di Spanyol.

Namun, lanjut dia, rekomendasi ini mungkin kurang memiliki dasar ilmiah. Sebab, tidak diketahui apakah peningkatan ini disebabkan oleh olahraga pada pagi hari atau karena tidak makan untuk jangka waktu yang lebih lama.

Baca juga: Minum Secukupnya Saja, Ini 5 Dampak Buruk Meminum Kopi Berlebihan

Selain itu, para peneliti juga tertarik untuk melihat lebih detil hubungan antara kafein dan olahraga.

Stimulan sering dikaitkan dengan peningkatan kinerja atletik, meskipun ilmu di balik hal ini mungkin tidak cukup lengkap.

Studi ini dilakukan selama empat minggu, sebanyak 15 sukarelawan menjalani empat tes secara acak.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved