Ekonomi

Transaksi Emas Meningkat Selama Pandemi Berlangsung, Apa Penyebabnya?

Saat ini di tengah pandemi Covid-19, harga emas di pasaran justru sedang tinggi-tingginya. Posisi ini merupakan level tertinggi sepanjang sejarah.

Editor: Geafry Necolsen
Antara Foto
Saat ini di tengah pandemi Covid-19, harga emas di pasaran justru sedang tinggi-tingginya. Posisi ini merupakan level tertinggi sepanjang sejarah. 

Jadi pada kesimpulannya, Safir menyebut mengapa harga emas naik ketika terjadi ketidakstabilan ekonomi adalah kerja alam bawah sadar masyarakat dalam memandang emas.

"Bawah sadar. Enggak tahu dari dulu bawah sadar orang begitu," sebutnya.

Permintaan emas meningkat

Dikutip dari pemberitaan Kompas.com sebelumnya, pakar ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Radhi menilai, emas berbeda dengan minyak bumi.

Minyak saat ini tengah mengalami penurunan permintaan yang menyebabkan harga minyak dunia terpuruk. Adapun emas justru permintaannya meningkat.

“Permintaan emas justru meningkat saat pandemi Covid-19 sehingga menaikkan harga emas,” kata dia.

Menurutnya saat situasi seperti sekarang, investasi di pasar uang dan pasar modal semakin tak menarik, sehingga menurutnya emas merupakan alternatif investasi yang lebih rendah risiko dibanding investasi lain.

Baca juga: Demi Masa Depan, Lebih Baik Menabung atau Investasi?

Ia mengatakan, untuk masyarakat yang ingin berinvestasi dengan dana besar maka sebaiknya melakukan investasi berwujud emas batangan.

"Emas batangan lebih liquid and marketable (mudah dijual),” kata Fahmi.

Sementara peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati mengatakan emas saat ini dipilih, karena instrumen investasi yang lain tengah menghadapi ketidakpastian.

Ke depan, menurutnya nilai emas kemungkinan tetap fluktuatif, akan tetapi menurutnya memang emas paling aman dibandingkan aset-aset yang lain.

“Ke depan tetep fluktuatif tapi secara nature, emas ini yang paling aman dibanding semua aset, cuma kenaikan relatif lebih lambat dibanding di pasar uang atau pasar modal,” ungkapnya

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved